Maknai Hidup Melalui Profesi Petani

Maknai Hidup Melalui Profesi Petani

- in Feature, Headline
937
0

Oleh Feri Ilham Dani

Indonesia dikenal sebagai negara agraris atau negara pertanian. Bidang pertanian memang sangat penting di Indonesia, mengingat pertanian merupakan salah satu sumber perekonomian terbesar di Indonesia.

Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman, dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain.

Lain hal, di setiap pelosok, petani dianggap sebagai pekerjaan yang hina. Petani identik dengan tidak punya uang, makan hanya itu-itu saja, rumah yang kurang bagus. Bahkan, petani di cap miskin.

Hal ini bertolak belakang dengan identitas petani yang sebenarnya. Petani itu banyak makanan, petani itu banyak sayuran, petani itu punya banyak duit karena hasil penjualan dan seharusnya petani itu kaya.

Namun, kita harus mengakui realita bahwa kebanyakan yang berada dalam golongan miskin adalah petani. Entah apa instrumen yang digunakan lalu menempatkan petani dalam golongan tersebut. Akhirnya, Petani menjadi profesi yang tak terpandang.

Berprofesi sebagai petani tidaklah semudah yang dibayangkan, butuh kecerdasan yang mumpuni untuk melakukan riset dan rekayasa pangan. Harus berteman dengan alam dan paham betul bagaimana bertindak cepat dalam melakukan proses produksi.

Terkadang ada ikatan emosi antara petani, alam, dan kumpulan tumbuhan padi tersebut. Bukan hanya sekedar mencari uang, lebih dari itu sawah adalah tempat untuk mencurahan semua ide dan kasih sayang seorang petani.

Sebuah profesi yang membutuhkan jam terbang panjang dan menjadi tumpuan jutaan orang dalam hal pangan nasional bahkan internasional. Mereka meralakan tenaga,hati dan fikiran mereka pada setiap butir padi hingga menjadi beras yang berakir pada nasi putih bergizi tinggi.

Di Nagari Sariak Alahan Tigo, rata-rata masyarakat berprofesi petani. Ya, terlepas dari itu, kali ini team bakaba.net hanya mau membahas apa sih keuntungan jadi petani. Dengan berlatar belakang orang tua petani dan merasakan pahit dan manisnya jadi petani.

Petani itu mulia. Hidup sederhana dan sangat cukup dan indah hidup sebagai petani. Namun, kebiasaan yang sering dilakukan adalah mengaku sebagai petani dalam pandangan orang lain adalah orang miskin, Yang sebenarnya kebutuhan keseharian mereka tercukupi dan tidak tidak miskin tetapi jika menggunakan instrumen pemerintah petani golongan kaum miskin.

Sejatinya petani adalah pekerjaan yang sangat mulia, dan jangan lagi dipandang sebelah mata sebagai suatu mata pencaharian. Karena petani adalah salah satu bentuk pengabdian terhadap negara dengan memberi makan kita semua. Melalui jasa-jasa para petani lah sampai dengan hari ini kita masih bisa menikmati berbagai macam hasil yang dihasilkan oleh para petani, seperti beras, sayuran, buah-buahan dan berbagai hasil pertanian para petani Indonesia.

Hidup itu memang tidak soal pencapaian, namun yang terpenting ialah soal pembelajaran. Dengan terus belajar, kita akan semakin mantap dalam menapaki hidup kedepannya.

print

Leave a Reply