Pengelolahan Tidak Profesional, Objek Wisata Jadi Rebutan

Pengelolahan Tidak Profesional, Objek Wisata Jadi Rebutan

- in Headline, PARIWISATA, TANAH DATAR
1692
0

Batusangkar, bakaba – Objek wisata tubing rafting dengan spot kincia tigo di Jorong Padang Data Nagari Simawang Kecamatan Rambatan Tanah Datar menjadi wahana wisata yang sangat menarik wisatawan lokal maupun Mancanegara. Hampir setiap minggu wisatawan memenuhi lokasi lokasi tersebut, baik itu hanya sekedar selfi diarea kincia kamba tigo maupun ikut paket tubing rafting yang banyak ditawarkan biro perjalanan.

Puluhan bahkan ratusan wisatawan terpesona dengan indahnya alam di sepanjang aliran batang Ombilin tersebut. Tingginya minat wisatawan untuk mengikuti paket wisata tubing rafting membuat salah satu biro perjalanan ingin mendominasi pengelolahan objek wisata air tersebut, bahkan sang pengelolah menghembuskan isu bahwa biro perjalannya sudah menjalin kerjasama dengan Nagari Simawang sehingga biro perjalanan lain yang ingin membawa wisatawan untuk tubing dengan spot Kincia tigo harus melalui biro perjalanan yang dia kelolah.

Mencuatnya isu tentang adanya dominasi pengelolahan objek wisata di kincia kamba tigo membuat biro perjalanan lain mengalihkan objek wisata tubing ke daerah lain, seperti Payahkumbuh dan Pesisir Selatan. Kedua daerah ini dianggap lebih open dalam menerima biro perjalanan.

Biro perjalanan khususnya yang menjual paket wisata akan memprioritaskan keamanan dan kenyamanan para tamu dalam menikmati paket wisata yang sudah mereka pesan. Hal itu merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal yang terjadi di objek wisata tubing rafting kincia kamba tigo harus segera diselesaikan. Pasalnya kisruh yang muncul berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan khususnya tubing rafting di Tanah Datar.

Berdasarkan informasi Camat Rambatan Abdurrahman Hadi menyampaikan sejauh ini belum ada satupun biro perjalanan yang bekerjasama dengan Nagari Simawang dalam mengelolah objek wisata tubing rafting.

Tetapi beberapa tahun sebelumnya Abdurrahman Hadi mengakui ada salah satu biro minta rekomendasi izin, tetapi yang mengeluarkan izin tetap pihak kepolisian.

Permasalahan yang mencuat terkait pengelolahan objek wisata tubing rafting di batang Ombilin harus segera di selesaikan, agar hal itu tidak berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Tanah Datar.

Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas terkait pengelolahan objek wisata tubing rafting mengatakan, seluruh stake holder yang terlibat dalam pengelolahan objek wisata khususnya yang rentan komplik harus di rangkul, untuk menyelesaikan setiap masalah yang muncul.

Sangat disayangkan, sebuah potensi yang seharusnya dapat mensejahterakan warga disekitarnya, tetapi karena pengelolahan yang kurang profesional yang terjadi malah sebaiknya. Dalam hal ini dinas terkait harus secepatnya menyelesaikan masalah yang muncul.

Sisi lain, setiap kegiatan positif yang dilakukan pemuda sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk mendukungnya, termasuk juga kegiatan pemuda dalam pengelolahan tubing rafting. Kegiatan-kegiatan positif tersebut dapat meminimalkan tindakan kriminal di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Kadinas Pariwisata Edi Susanto dalam waktu dekat akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mencuat khususnya dalam pengelolahan objek wisata. Khusus untuk penyelesaian pengelolahan tubung rafting, dirinya sudah membicarakan dengan camat dan nagari bersangkutan.

“Dalam waktu dekat kita akan mengundang seluruh stake holder yang terlibat dalam pengelolahan tubing rafting”, ujarnya.

Sejauh ini menurut Edi Susanto belum ada satu biropun yang melakukan kerjasama dengan nagari, tetapi kedepannya pengelolahan objek wisata tubing rafting akan dilakukan pembinaan, agar seluruh stake holder yang dapat bersinegri sehinga tidak muncul kecemburuan sosial antar pengelolah. Hal tersebut perlu diatur dalam sebuah peraturan nagari. (TIA)

print

Leave a Reply