Tanah Datar, bakaba.net – Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Tematik Stunting Tahun 2027, Senin 31 Maret 2026 di Aula Kantor Bupati.
Musrenbang dihadiri Wabup Ahmad Fadly dan bertujuan menyampaikan program prioritas serta tema pembangunan 2027. Forum ini juga menjaring masukan dan kesepakatan terhadap rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
Kepala Bappedalitbang Adriyanti Rustam selaku panitia menyebut Musrenbang diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai unsur.
“Peserta terdiri dari pimpinan dan ketua komisi DPRD, Forkopimda, DPRD Sumbar Dapil Tanah Datar, OPD provinsi dan kabupaten, instansi vertikal, perguruan tinggi, perwakilan nagari, ormas, dan pihak terkait lainnya,” ujar Adriyanti.
Ia menegaskan Musrenbang RKPD merupakan tahapan strategis tahunan dalam penyusunan rencana kerja Pemda. Tahun ini, Musrenbang diintegrasikan khusus dengan pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
“Integrasi ini memastikan isu stunting bukan sekadar urusan kesehatan, tapi menjadi arus utama dalam seluruh kebijakan pembangunan daerah,” jelasnya.
Bupati Eka Putra menyebut Musrenbang RKPD adalah perencanaan partisipatif yang mengolaborasikan perencanaan atas-bawah dan bawah-atas.
“Musrenbang dirumuskan bersama tiga pilar pembangunan: pemerintah eksekutif-legislatif, masyarakat, dan dunia usaha. Sifatnya dialogis, aspiratif, dan partisipatif,” kata Bupati.
Ia menegaskan stunting harus jadi perhatian utama karena menyangkut kualitas SDM, produktivitas, dan masa depan daerah. Penanganannya butuh pendekatan holistik lintas sektor, mulai kesehatan, pendidikan, sanitasi, hingga perlindungan sosial.
“Kita harus pastikan Musrenbang ini memberi peran yang jelas dan terukur bagi perangkat daerah dalam upaya penurunan stunting,” tegas Eka Putra.
Di forum yang juga dihadiri perwakilan Gubernur Sumbar, Kadis PTMPTSP Luhur Bidianda, Bupati kembali meminta Pemprov memperbaiki jalan provinsi di Tanah Datar.
“Setidaknya ada 8 pintu masuk ke Tanah Datar yang merupakan jalan provinsi dalam kondisi rusak. Kami berharap TKD Provinsi bisa dianggarkan untuk perbaikan jalan tersebut,” ujarnya.
Ketua DPRD Anton Yondra menyatakan DPRD tetap mengacu pada RPJMD dan program Pemda. “Kami paham kondisi keuangan daerah saat ini. Meski begitu, kami komitmen mendukung program pemerintah selama sesuai aturan,” katanya.
Sementara itu, Luhur Bidianda menyampaikan pesan Gubernur Sumbar. Perencanaan matang, sinergi lintas sektor, serta inovasi dan terobosan baru adalah kunci percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Sumbar.
“Setiap daerah punya keunggulan dan potensi. Jika disinergikan secara terintegrasi, ekonomi daerah akan naik ke level lebih tinggi,” pungkasnya. (***)