Yuk Bunda, Lindungi Anak di Ruang Daring

Yuk Bunda, Lindungi Anak di Ruang Daring

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

TANAH DATAR, bakaba.net — Pandemi Corona (COVID-19), mengharuskan anak-anak sekolah online atau daring. Kegiatan mereka pun terbatas hanya di rumah saja, demi mencegah risiko penularan virus Corona.

Hal itu mengakibatkan, waktu anak bermain gadget lebih sering dari biasanya. Bagi orang tua, tentu tak mudah menerapkan pembatasan bermain gadget. Apalagi, orang tuaq juga punya kesibukan masing-masing di rumah. Ditambah pula anak yang merengek kalau disetop main gadget.

Era digital menyediakan segalanya karena dunia ada di ujung jari, artinya semuanya bisa dilakukan dengan sentuhan jari dan dalam waktu yang singkat.

Suka atau tidak suka, mau tidak mau, kehidupan dunia digital membuat hampir semua orang terhubung dengan dunia dalam jaringan (Daring). Terlebih lagi pada saat sekarang.

Pendemi Covid-19 membuat sektor pendidikan khususnya pembelajaran terpaksa dilakukan dengan jarak jauh yang mau tidak mau jelas terkait dengan pembelajaran daring.

Artinya tentu anak ataupun siwa begitu dekat dengan telepon genggam berbasis android yang memungkinkanmmereka terhubung dengan segala jaringan, dan itu tentu saja sangat beresiko kalau ytidak disiasati dengan cara khusus pengamanannya.

Dengan demikian diharapkan anak dan siswa dapat terlindungi dari bahaya yang senantiasa mengancam sebagai konsekwensi dari era digital dan dunia daring.

Begitulah setidaknya yang tergambar dalam Webinar Gerakan Literasi Digital 2021 Kabupaten Tanah Datar, Sabtu (31/7) sore.

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual itu menggunakan  aplikasi zoom, dan berlangsung dari pukul 14.00-17.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh 816 peserta, yang berasal dari pelajar, guru, ASN dan mahasiswa yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Tanah Datar tetapi Sumatera Barat, serta dari sejumlah daerah di Indonesia.

Webinar kali ini mengambil tema “Melindungi Anak di Ruang Daring” dan mendapat sambutan yang menggembirakan dari peserta yang rata-rata pemerhati, dan praktisi pendidikan, pemerhati budaya, serta ASN setempat.

Adapun yang tampil sebagai pembicara adalah: Dr. Desi Rahmawati,M.Pd (Akademisi bid. Manajemen pendidikan), Dr. Lisa Adrianti,M.Si (Dosen Unib. Japelidi), Dr. (Cand.) Irwan, M.Pd dosen (IAIN Batusangkar, peneliti dan penulis kajian kebudayaan),Emelda ,S.Pd. M.Sc (Fasilitator Pendidikan Keluarga Kemdikbud).

Moderator dalam iven kali ini adalah Ayu Irti Batul Qalby, selain itu juga ada Key Opinion Leader  @ninadubibubidam (owner @omo.bites & @lulalila.id & @momprenur.

Kegiatan yang dihelat oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia bekerjasama dengan PT PCI ini mengusung empat tema besar yakni; (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia Digital; (3) Etik Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital yang dilaksanakan di 34 provinsi, 514 kabupaten/kota sampai akhir tahun ini.

Salah seorang peserta Nina Kardiana mengatakan, dari yg dijelaskan oleh narasumber jelas tergambar, kunci anak terkontrol adalah dari orangtua yang aware akan bahaya jejak digital.

Peserta Andrianti AG menanyakan kepada narasumber  Desi Rahmawati , tentang bagaimana membentuk karakter anak melalui media digital, dan apa upaya yang dilakukan untuk memfilter media digital sesuai dengan kebutuhan perkembangan karakter anak?

Peserta lainnya Nurlailatul Janah, bertanya  kepada  narasumber Lisa Adrianti, tentang bagaimana mengetahui sebuah link asli atau palsu, dan upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengetahuinya?

Peserta lain Surya Eka Malasari bertanya kepada narasumber DR (Cand.) Irwan,M.Pd.,  tentang bagaimana cara meningkatkan litersi digital untuk anak anak dang bagaimana peran orang tua dalam mendampinginya?

Sementara peserta Revadil bertanya kepada narasumber  Emelda S.Pd, M.Sc tentang pemahaman anak anak lebih cepat dengan digital, bagaimana upaya yang dilakukan orang tua yang gaptek digital?

Kegiatan Webinar Literasi Digital untuk Sumatera Barat berikutnya akan akan kembali dihelat oleh Kota Payakumbuh Senin (2/8), 14.00-17.00 WIB.

Setiap peserta yang mendaftar dan mengikuti webinar ini akan mendapatkan fasilitas berupa E- sertifikat dari Kominfo dan Voucher E-Money (***).

print

Leave a Reply