Kakek Wik, Ini Cerita KK Miskin Dari Kampung Pak Bupati Irdinansyah

Kakek Wik, Ini Cerita KK Miskin Dari Kampung Pak Bupati Irdinansyah

- in Feature, Headline, TANAH DATAR
956
0

Lintau Bio Utara, bakaba – Matahari sudah condong kearah barat bertanda sebentar lagi yang pengusaha malam akan memeluk bumi.  Para petani juga sudah kembali kerumah-rumah mereka untuk bercengkrama dengan keluarga tercinta.  Sementara puluhan motor dibawah komando Kapolres  Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas meraung rendah menyusuri jalan-jalan setapak yang dipenuhi lumut.

Setiap Jum’at Kapolres Bayu memang slalu terjun ke tenggah-tenggah masyrakat yang berada di perkampungan dan minim akses.  Ya, memang begitulah cara orang nomor satu dijajaran Polres Tanah Datar itu melakukan interaksi dengan masyarakat. Momen turun ketenggah-tenggah masyarakat menjadi saat yang sangat ditunggu oleh penyuka seluruh cabang olahraga ini.

Jum’at sore (24/05) Kapolres Bayu mengajak Perwira Tinggi di Mapolres Tanah Datar untuk berbagi bingkisan dalam kegiatan Jum’at sedekah kepada fakir miskin,  kaum duafa,  anak yatim dan orang tua terlantar.

Kapolres Bayu dirembang petang yang membias sampai pasa sebuah rumah kayu yang ditempati kakek Wik yang sudah berusia hampir 90 tahun.  Kakek Wik menempati rumah ukuran kecil itu seorang diri.  Ketika kami datang kakek Wik sedang memasak air pada tunggu yang ada di rumah tersebut.  Sepertinya ada sesuatu yang sedang dimasak untuk berbuka nantinya.

Kapolres Bayu segera masuk dalam dapur yang menyatu dengan rumah yang pantas disebut gubuk itu.  Bayu tidak menghiraukan asap yang memenuhi dapur dan membuat nafas sesak,  karena kakek Wik yang mencukupi kebutuhannya sendiri mengunakan kayu untuk keperluan memasak.

Bagian lainnya rumah itu terdapat satu  terdapat tempat tidur ukuran kecil tempat kakek Wik merebahkan diri ketika lelah setelah seharian beraktifitas dan tidak jauh dari tempat tidur terdapat peralatan makan yang terlihat sudah tua,  mungkin sama tuanya dengan kakek Wik.

Kakek Wik itu sendiri dengan usia yang sudah senja tidaklah dapat berjalan dengan gagah,  bahkan butuh tongkat untuk penyangga tubuhnya yang sudah rapuh dimakan usia. Bisa aku bayangkan bagaimana kakek itu tertatih-tatih untuk mencukupi kebutuhannya. Kakek Wik atau kakek Muhtar ini tinggal di Piliang Laweh Jorong Padang Laweh Nagari Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Bio Utara Kabupaten Tanah Datar.

Andai saja di negeri ku tercinta gubuk tua milik kakek tua itu dibedah dan diberi peralatan yang cukup memadahi,  tentu kakek Wik ini dapat merasakan sedikit kebahagian dihari tuanya,  tanpa perlu didera kedinginan yang menusuk tulang ketika dia merebahkan tubuhnya pada kasur tipis tersebut.  Tapi mungkinkah….?  (TIA)

print

Leave a Reply