Farmhouse Lembang, Tamasya Menarik dan Mengasyikkan Ala Eropa

Farmhouse Lembang, Tamasya Menarik dan Mengasyikkan Ala Eropa

- in Headline, KABA WISATA, PARIWISATA
1071
0

OLEH : WIRMAS DARWIS, SE

Batusangkar, Bakaba–Dari sejumlah objek wisata yang ada di propinsi Jawa Barat, Farmhouse (rumah petani) merupakan salah satu diantaranya yang cukup menarik dan banyak dikunjungi wisatawan. Lokasi ini cukup mudah untuk dicapai, karena terletak dipinggir jalan raya Lembang dan tidak terlalu jauh dari kota Bandung.

Sebelum sampai di objek wisata Farmhouse, di kiri-kanan jalan banyak ditemui pedagang yang menawarkan sate kelinci yang bagi sebagaian orang cukup enak untuk dinikmati. Sebelum sampai di lokasi tujuan, pepohonan pinus dipinggiran jalan seakan-akan menyampaikan ucapan selamat datang di alam yang segar dan bersih.

Begitu sampai di objek wisata Farmhouse ada gerbang yang dilengkapi dengan tempat penjualan karcis. Setiap wisatawan diharuskan membayar tiket tanda masuk senilai Rp. 20.000,- perorang. Disinilah asyiknya Farmhouse, jika di Tanah Datar atau Sumbar padau umumnya uang diserahkan yang diperoleh hanya selembar karcis, tetapi di tempat wisata ini karcis anda ditukarkan dengan segelas susu segar atau cemilan lainnya.

Pengelola oblek wisata mungkin tahu, setiap wisatawan yang datang berkunjung ke Farmhouse sudah hampir dipastikan memerlukan energi ekstra dalam mengitari lokasi wisata yang cukup luas. Untuk mendukung stamina selama disini diberikanlah segelas susu segar yang secara tidak langung juga telah menumbuhkkan peternakan sapi perah.

Lantas, apa yang bisa dinikmati di lokasi yang katanya rumah petani ini? Adakah kita akan dhadapkan kepada bagaimana bercocok tanam atau hamparan pertanian yang cukup luas. Semuanya itu ada, tapi sangat minim sekali. Yang namanya objek wisata tentu lebih menonjolkan atau menampilkan tempat-tempat yang menyenangkan wisatawan.

Di lokasi objek wisata ini boleh dikatakan hampir setiap sudut areal dapat dijadikan tempat berselfi atau berfoto. Ada bangunan ala Eropa, dilengkapi dengan pakaiannya yang tentu saja harus diswewa oleh setiap pengunjung. Selanjutnya ada juga taman berbagai bentuk bunga dengan latar belakang gedung yang menjulang tinggi.

Gedung semacam ini selain untuk perkantoran dan tempat pameran juga dimanfaatkan untuk penjulanan makanan dan minuman serta cendra mata. Bagi anda yang datang dengan uang lebih dapat membeli beerbagai makanan, minuman dan oleh-oleh sesuai dengan selera masing-masing.

Kecuali itu, pada sudut lain dalam lokasi objek wisata Farmhouse ditemui ribuan gembok betuliskan nama pasangan remaja berlambangkan cinta dalam keadaan terkunci. Konon gembok yang bergantungan ini sengaja ditarok disana sebagai lambang cinta mereka yang terkunci dengan rapi di taman Farmhouse.

Tentu akan muncul pertanyaan apakah di Ranah Minang bisa dibangun seperti Farmhouse, jawabannya tentu saja bisa, bila ada investor yang mau menanamkan modalnya, atau Pemkab/Pemko berani menyisihkan anggarannya serta masyarakat memberikan kemudahan untuk pembebasan tanah dan lain-lain.

print

Leave a Reply