Cerita Dibalik Tembok Rutan Kelas II B Padang Panjang

Cerita Dibalik Tembok Rutan Kelas II B Padang Panjang

- in Feature, Headline
0

Oleh Destia Sastra

Kondisi Lapas identik dengan  ruangannya sempit, kamar tidak terlampau bagus, dengan cat yang sudah buram dan lembab. Tetapi tidak semua rumah tahanan seperti itu,  salah satunya Rutan Kelas II B Padangpanjang.

Lalu seperti apa kondisi ruang-ruang tahanan di rumah tahanan kelas II B Padang Panjang.

bakaba.net berkesempatan melihat kondisi ruang-ruang tahanan itu. Petugas mengajak untuk berkeliling memasuki kamar-kamar yang terdapat di rumah tahanan itu. .

Tempatnya cukup luas, dengan berbagai ukuran,  setiap ruang tahanan dilengkapi kamar mandi  yang terdapat paling ujung  ditempati empat orang tahanan.

Dinding kamar di ruang tahanan itu mengunakan keramic setinggi satu meter,  sisanya dicat warna hijau terang. Pencahayaan ruangan cukup baik. Udaranya tidak pengap. Baunya harum karena para tahanan memasang pewangi ruangan otomatis. Kata mereka, pewangi itu pemberian keluarga saat berkunjung.

Dalam kamar rutan itu terdapat locker untuk menyimpan peralatan milik tahanan, sementara dilantai terdapat kasur, bantal dan selimut yang tertata rapi. Benar-benar jauh dari gambaran rumah tahanan.

Gambar rumah tahanan yang menakutkan tidak terlihat sama sekali,  bahkan terlihat seperti kamar kos-kos yang terawat dan bersih.

Pada dinding kamar tahanan yang bercat hijau itu, dihiasi jam dinding, ada juga guitar,  alat musik yang dipakai warga binaan untuk hiburan, sementara pada bagian sudut diatas locker ada termos untuk menyimpan air panas, sehingga bila ingin minum kopi,  mereka tinggal menyeduh sendiri.

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas II B Padangpanjang, juga menjalankan berbagai aktifitas,  seperti  menjalankan ibadah, membaca Alqur’an dan nonton film serasa di rumah.

Kepala Rutan Kelas II Padang Panjang Rudi Kristiawan,A.Md,SH,MM, menyebutkan suasana kamar ruang tahanan itu nyaman dan sehat untuk Warga Binaan.

Renovasi kamar ruang tahanan itu sendiri dilakukan warga binaan secara bersama-sama mulai pergerjaan awal sampai vinising pekerjaan.

Usai renovasi kamar ditempati oleh warga binaan itu disulap layaknya kamar-kamar kos-kos jauh dari kesan sumpek dan lembat.

Kondisi itu tidak hanya membuat warga binaan sehat dan nyaman untuk melakukan berbagai aktifitas tetapi juga membuat mereka merasakan kangen pada keluarga yang di rumah.

Kemaren Rabu (23/03/2021) jadwalnya WBP melakukan kegiatan nonton bareng, terlihat para warga binaan tersenyum gembira saat  memasuki aula, yang berada di tenga-tengah komplek Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Padangpanjang.

Siang itu, mereka dikumpulkan di ruangan yang telah disulap layaknya ruang pertemuan hotel berbincang, di ujung ruangan juga telah terbentang layar putih yang disoroti cahaya dari infokus.

“Film nya sebentar lagi mulai,” bisik dari salah seorang napi kepada rekannya yang masih terlihat gontai berjalan.

Tepat pukul 14.00 WIB, seluruh lampu di aula tersebut dimatikan. Seluruh warga binaan diminta duduk bersila di lantai dan pandangan mereka fokus ke layar putih, tanda film akan mulai di putar.

“Kita hari ini akan nonton film Warkop DKI dengan judul Dongkrak Antik. Jangan berisik dan selamat menonton,” sebut Kepala Rutan Kelas IIB Padangpanjang Rudi Kristiawan,A.Md,SH,MM.

Saat film akan dimulai, disambut riuh warga binaan yang sudah tidak sabar lagi menyaksikan film yang diperankan oleh Dono, Kasino dan Indro itu.

Saat film mulai diputar, suasana terasa hening. Mereka larut dalam alur cerita yang ditingkahi dengan lawakan tersebut. Tidak terasa, film yang berdurasi sekitar 90 menit itu berakhir danmampu mengobati kerinduan dari sebagian WBP akan suasana rumah.

Jumarnida, salah seorang warga binaan yang masih titipan Kejaksaan Negeri Padangpanjang itu, mengaku terharu dengan kepedulian dari Kepala Lapas Padangpanjang. Meskipun selama berada di luar penjara, dirinya sangat jarang menonton televisi dan disibukan dengan urusan pekerjaan. Tetapi, saat diberi kesempatan menonton film didalam penjara, rasanya sangat berarti sekali.

“Rasanya ingin cepat pulang, pak. Tidak sabar ingin bersama-sama keluarga lagi, tadi terbayang bagaimana rasanya kalau kita menonton film ini bersama anak-anak di rumah, melihat mereka tertawa dan bersenda gurau. Tadi saya menangis membayangkan itu, pak,” sebut Jumarnida dengan mata berkaca-kaca.

Lain lagi dengan dengan Doni, pria yang harus menghabiskan waktunya 12 tahun didalam penjara itu, serasa tidak kuasa menahan haru, mengingatkan masa-masa suramnya menjalani hukuman.

“Baru kali ini, kami bisa nonton bersama-sama. Kami sangat berterima kasih sekali terhadap kepedulian dari Kepala Rutan yang sangat memperhatikan kebutuhan kami. Meskipun hanya dari layar tancap. Tetapi, suasananya mengingatkan ku pada saat-saat bisa menikmati film-film terbaru di bioskop, ingin rasanya seperti dulu lagi,” sebut pria berperawakan sedang itu.

Kepala Rutan Kelas IIB Padangpanjang Rudi Kristiawan, usai acara nonton bareng menyebutkan, kegiatan tersebut baru pertama kali dilaksanakan di Rutan Padangpanjang dan nantinya akan dilaksanakan rutin dua kali dalam seminggu, setiap Selasa dan Kamis.

“Ini terobosan kita, dalam menghadirkan suasana kekeluargaan bagi warga binaan. Alhamdulilah, dari 99 warga binaan disini, mereka cukup senang dengan kegiatan nonton bareng ini. Nanti kita coba hadirkan jenis-jenis film lain,” sebut Rudi kepada media.

Dikatakannya, selain nonton bareng yang dijadwalkan dari pukul 14.00 hingga 15.30 WIB tersebut, seluruh warga binaan juga diwajibkan mengikuti pendidikan agama yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang, dari Senin sampai Kamis.

“Sedangkan, untuk hari Sabtu, seluruh warga binaan mengikuti senam bersama dengan mendatangkan instruktur senam professional dan ditutup dengan pemberian sarapan pagi, berupa kacang hijau, bubur ketan hitam dan aneka jenis makanan yang berbeda-beda setiap minggunya,” jelas alumni AKIP 43 itu.

Diuraikannya, seluruh kegiatan itu dimaksudkan sebagai bentuk sarana rekreasi yang diberikan Petugas Rutan Padangpanjang kepada WBP dengan tujuan sebagai terobosan  baru dalam peningkatan pelayanan publik kepada WBP, meningkatkan silaturahmi antar WBP, sebagai pengobat kerinduan WBP terhadap suasana di rumah dan keluarganya.

“Harapan kita, seluruh WBP sangat puas dan antusias dengan peningkatan pelayanan publik Petugas Rutan Padangpanjang dan menikmati hiburan yang disediakan dan tentunya tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Terobosan yang dilakukan Rutan Padangpanjang tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Padangpanjang Mardiansyah,A.Md. Politisi dari Partai Amanat Nasional itu melihat cukup banyak terobosan yang dilakukan Rudi Kristiawan, meskipun baru belum genap dua bulan menjabat sebagai Kepala Rutan Padangpanjang.

“Dengan adanya kegiatan pesantren di dalam penjara, tadi juga ada kegiatan nonton bareng. Setidaknya bisa mengobati kerinduan dari warga binaan terhadap suasana rumah dan keluarga. Apalagi, mereka disana untuk menjalani hukuman atas perbuatan yang mereka lakukan dan Rutan menjadi tempat mereka menempa dan memperbaiki diri, sebagai bekal mereka setelah bebas nanti,” sebut pria yang akrab disapa Adi itu.

Ketua DPRD juga meminta kepada kepada Kepala Rutan dan jajaran, untuk selalu mengkomunikasikan berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam aktifitas pembinaan. Apalagi, seluruh warga binaan, merupakan warga Padangpanjang yang juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. (***)

 

print

Leave a Reply