Antisipasi Keracunan Minuman, Dinas Kesehatan Tanah Datar Gelar Penyuluhan

Antisipasi Keracunan Minuman, Dinas Kesehatan Tanah Datar Gelar Penyuluhan

- in EKBIS, Headline
527
0

Batusangkar, Bakaba—Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar dr.Ermon Revlin, M.Ph mengatakan, tidak kurang dari 50 pengusaha depot air minum di Kabupaten Tanah Datar mendapat penyuluhan kesehatan, terutama dalam rangkaian mengantisipasi keracunan terhadap pengkonsumsi air isi ulang.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinkes Ermon Revlin, ketika menjawab menjawab pertanyaan bakaba.net di ruang kerjanya, Rabu (25/10), sehubungan dengan uapaya yang dilakukan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang dipimpinnya dalam meningkatkan keselamatan masyarakat dalam mendapatkan konsumsi makanan dan minuman.

Dikatakan, penyuluhan yang digelar selama dua hari tersebut, tanggal 24 s/d 25 Oktober 2017 ini bermaterikan tentang kebijakan pemerintah terhadap kesehatan makanan dan minuman pada hari pertama dan berkaitan teknis kesehatan prores air isi ulang atau yang berkaitan dengan depot air minum.

“Khusus untuk air minum ini kita mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2014 tentang Higine Sanitasi Depot Air Minum,” kata Ermon yang juga mantan Direktur RSUD MA.Hanafiah Batusangkar ini menambahkan.

Menurut Ermon, di Kabupaten Tanah Datar ada sekitar 208 depot air minum yang tersebut dari berbagai nagari pada 14 kecamatan. Pada tahun lalu, Dinas Kesehatan Tanah Datar sudah memberikan penyuluhan terhadap 158 pengusaha depot air minum dan sisanya 50 pengusaha sudah dimulai sejak tanggal 24 Oktober 2017.

“Sebenarnya, penyuluhan kesehatan terhadap pengusaha depot air minum ini termasuk terlambat dilaksanakan di daerah kita, tetapi karena instrukturnya baru diTOTkan tahun 2016, maka penyeluhan bermula sejak tahun tersebut,” tutur Ermon.

Kedepan yang berkaitan dengan penyuluhan kesehatan menyangkut dengan depot air minum sudah tidak masalah lagi, karena Dinas Kesehatan Tanah Datar sudah memiliki 30 instruktur terlatih untuk memberikan penyuluhan.

“Diharapkan, dengan tuntasnya diberikan penyuluhan  208 pengusaha depot air minum ini, permasalahan keracunan akibat mengkonsumsi air minum tidak terjadi lagi, dengan catatan setiap pengusaha tetap konsekwen dengan ilmu yang diperolehnya,” kata Ermon Revlin mengakhiri keterangannya.(WD)

print

Leave a Reply