PPKM Level 4, PKL Dan HMI Pasang Bendera Putih Dilapak Pedagang

PPKM Level 4, PKL Dan HMI Pasang Bendera Putih Dilapak Pedagang

- in Headline, NASIONAL, News
0

JAKARTA, bakaba.net — Puluhan PKL dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) memasang bendera putih di lapak PKL, Jum’at (23/07/2021)

Aksi pemasangan bendera putih di lapak PKL adalah  bentuk ekspresi kekesalan para pedagang terhadap kebijakan pemerintah yang memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat meningkatnya masyarakat yang terpapar Covid 19.

Tidaj dapat dipungkiri, seluruh sektor ekonomi terpukul, dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang terus saja diperpanjang, walau sebutannya diubah dengan PPKM Level 4.

Kalangan pedagang, Rumah Makan dan Hotel termasuk yang paling terpuruk oleh pemberlakukan itu, terlebih lagi para Pedagang kaki lima (PKL).

Warjo, PKL di Rangkasbitung menyatakan, PKL di Rangkasbitung kompak memasang bendera putih di gerobak dan lapak tempat berjualan. Bendera putih tersebut merupakan lambang para pedagang telah menyerah menghadapi keadaan.

Apalagi, selama PPKM diberlakukan, omzet mereka terjun bebas. Karena, pukul 19.00 WIB, semua akses jalan di pusat perkotaan ditutup dan masyarakat tidak boleh berkeliaran mulai pukul 20.00 WIB.

“Kebijakan ini menjadi bencana bagi para pedagang kaki lima. Karena itu, kami bersama teman-teman mahasiswa memasang bendera putih, sebagai tanda telah menyerah,” kata Warjo kepada wartawan, seperti dilansir Radarbanten, Jumat (23/7/2021)

Kebijakan PPKM yang ditetapkan pemerintah diakui bertujuan baik untuk mencegah penyebaran virus Corona. Namun, dampaknya dirasakan para pelaku usaha kecil di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya. Karena, kegiatan ekonomi terpukul. Bahkan, untuk mengembalikan modal saja sangat sulit selama PPKM diberlakukan.

“Kalau terus menerus seperti ini. Anak dan istri kami di rumah bisa enggak makan. Bahkan, modal usaha kami yang enggak banyak akan habis,” tegasnya.

Mulyana, PKL lainnya mengatakan, kondisi PKL cukup memprihatinkan selama PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah. Karena itu, dia juga memasang bendera putih sebagai bentuk protes terhadap para pengambil kebijakan di Jakarta.

Ia mengatakan kebijakan ini tidak dilonggarkan maka berpotensi akan membuat masyarakat tambah sengsara.

“Kami akui, pemerintah daerah dan pihak kepolisian memberikan bantuan 10 kilogram beras kepada PKL yang terdampak PPKM. Tapi, kita tidak sekedar butuh beras. Kita butuh penghasilan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok,” tegasnya.

Untuk itu, dia meminta kepada pemerintah pusat untuk segera melonggarkan aktivitas masyarakat. Namun ditekankan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Sehingga, penyebaran dan penularan virus Corona dapat dikendalikan.

“Selama PPKM, kasus masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid masih sangat tinggi. Jadi enggak ada pengaruh signifikan terhadap penyebaran virus,” terangnya.

Wahyu, aktivis HMI MPO Cabang Lebak menyatakan, teman-teman mahasiswa ikut serta dalam aksi pemasangan bendera putih di gerobak dan lapak PKL.

Aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan empati mahasiswa terhadap nasib PKL yang terdampak kebijakan pemerintah. Karena itu, HMI MPO menuntut pemerintah untuk segera melonggarkan aktivitas masyarakat. Hentikan kebijakan PPKM yang berpotensi menyengsarakan masyarakat di daerah.

“Ini bentuk keprihatinan kami yang tiap hari mendengar dan merasakan keluh kesah PKL dan rekan-rekan tukang ojek serta masyarakat yang tidak bisa beraktivitas leluasa akibat PPKM,” tukasnya. (***)

print

Leave a Reply