Peringati Harganas 2026, Pemkab Tanah Datar: Keluarga Berkualitas Kunci Indonesia Emas 2045

Peringati Harganas 2026, Pemkab Tanah Datar: Keluarga Berkualitas Kunci Indonesia Emas 2045

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

BKKBN tekankan 3 pilar. Kesehatan, pendidikan karakter, dan kesehatan mental keluarga

Tanah Datar, bakaba.net – Peringatan Hari Keluarga Nasional atau Harganas 2026 di Kabupaten Tanah Datar dijadikan momentum memperkuat komitmen membangun keluarga berkualitas. Keluarga disebut sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.

Amanat Kepala BKKBN Dr. H. Wihaji, S.Ag., http://M.Pd dibacakan Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE., MM saat upacara di Lapangan Cindua Mato, Jumat 3 Juli 2026.

“Keluarga bukan sekadar unit terkecil masyarakat. Keluarga adalah hulu peradaban, tempat pertama lahirnya karakter, nilai, dan kualitas manusia Indonesia. Dari keluargalah masa depan bangsa ditentukan,” kata Eka membacakan amanat.

Dalam amanat disebutkan, Indonesia saat ini menghadapi tantangan global mulai dari dinamika ekonomi, perkembangan teknologi, hingga geopolitik. Namun di sisi lain ada peluang besar bonus demografi.

“Bonus demografi adalah peluang yang tidak datang dua kali. Tapi peluang ini hanya jadi berkah kalau kita mampu menyiapkan keluarga tangguh dan melahirkan generasi sehat, cerdas, serta produktif,” ujarnya.

Untuk mewujudkan itu, pembangunan keluarga diarahkan ke 3 pilar utama yaitu: Fokusnya percepatan penurunan stunting dengan pemenuhan gizi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan. Fase ini disebut paling penting untuk perkembangan otak dan kualitas anak.

Selanjutnya Pendidikan karakter.  Rumah diharapkan jadi madrasah pertama abad 21. Di dalamnya ditanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, integritas, kegigihan, dan kemampuan beradaptasi di era AI.

Orang tua didorong menciptakan pengasuhan yang hangat dan stabil secara emosional. Agar anak tumbuh percaya diri, tangguh, dan tidak mudah menyerah.

Amanat juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Kualitas SDM tidak akan tercapai jika tanggung jawab hanya dibebankan ke ibu.

“Ayah harus hadir, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional. Anak butuh sosok ayah yang mendengar, mendampingi, dan jadi teladan,” tegasnya.

Fenomena fatherless disebut jadi salah satu penyebab persoalan psikososial pada anak. Ditambah penggunaan gawai yang tidak terkontrol dan lemahnya pengawasan orang tua di era digital.

“Jadikan rumah tempat paling aman, paling nyaman, dan selalu dirindukan anak. Dari rumah penuh cinta akan lahir generasi kuat menghadapi zaman,” katanya.

Harganas diperingati setiap 29 Juni. BKKBN mengajak masyarakat menjadikan momen ini untuk memperbarui komitmen membangun keluarga sehat, harmonis, cerdas, dan berkarakter. (***)

Leave a Reply