Pendistribusian Logistik Pilwanag Dijaga Ketat Petugas Keamanan

Pendistribusian Logistik Pilwanag Dijaga Ketat Petugas Keamanan

- in Headline, KABA NAGARI
312
0

Batusangkar, Bakaba—Panitia Pilwanag Kabupaten Tanah Datar melakukan pendistribusian logistik 2 hari jelang pelaksanaan pencoblosan di TPS pada Rabu (13/9). Logistik yang dikirimkan tersebut sebanyak 554 kotak suara untuk 54 Nagari yang melakukan Pilwanag serentak.

Hal tersebut dikatakan Ketua Bidang Logistik Panitia Pilwanag Kabupaten Hendri terkait menjawab bakaba. net terkait pendistribusian logistik jelang pemungutan suara.

Pendistribusian 554 kota suara tersebut pada Senin (hari ini red) hanya sampai ke Kecamatan dan pada ke esokan harinya lansung di distribusikan kepada 54 Nagari yang melakukan Pilwanag serentak.

Untuk pendistribusian logistik mengunakan 4 unit truk dan 3 unit mobil kecil dengan pengaman ketat dari Pol PP, sementara KPPS bertanggung jawab untuk pengamanan kotak suara setelah berada d TPS.

Berbicara mengenai pengamanan pada pelaksanaan pencoblosan, Seketaris Pelaksana Tanah Datar Hengki Trinanda mengatakan, akan melibatkan personil dari Polri jumlah 77 orang, TNI 1 orang dan Satpol PP 2 orang perkecamatan. Setiap kecamatan akan dibantu pengamanannya oleh 1 orang petugas dari Kabupaten dan 2 orang dari Kodim 0307 Tanah Datar, penambahan anggota TNI dan Polri tersebut diluar anggota TNI dan Polri yang ada di Kecamatan.

Dikatakan, selain itu petugas Polri dan Kodim, jua melibatkan,  Satpol PP juga diterjunkan lansung untuk penjagaan pemunggutan suara tersebut. 1 orang Pol PP mematau 10 TPD zerta 1.000 orang PAM swakarsa juga terlibat dalam pengamanan pelaksanaan pemungutan suara. Kertas suara yang tersedia untuk Pilwanag tersebut sesuai dengan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 207 ribu pemilih ditambah 2 % untuk pemilih tambahan.

TPS yang kekurangan surat suara menurut Hengki Trinado dapat mengajukan penambahan surat suara dengan membuat berita acaranya. KPPS baru dapat mengajukan penambahan surat suara setelah 75% DPT hadir di TPS. Selanjutnya panitia kabupaten melakukan croscek terhadap kebutuhan TPS. Hal ini menurut Hengki untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.(TIA)

print

Leave a Reply