Orientasi Mahasiswa Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Perkuat Integrasi Keilmuan dan Kontribusi bagi Masyarakat

Orientasi Mahasiswa Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Perkuat Integrasi Keilmuan dan Kontribusi bagi Masyarakat

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

Tanah Datar, bakaba.net  — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar menggelar kegiatan Orientasi Mahasiswa Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa program Magister dan Doktor untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, tata kelola Pascasarjana, budaya akademik, serta arah pengembangan keilmuan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Sabtu (05/09)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., Kasubbag Tata Usaha Pascasarjana, seluruh Ketua Program Studi S-2 dan S-3 Pascasarjana, Ketua TIPD, Kepala Perpustakaan, Ketua dan Anggota Ikatan Alumni Doktor Studi Islam (IKADSI), Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMPS), serta mahasiswa Program Magister dan Doktor Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan bahwa keberadaan Pascasarjana tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang transformasi kelembagaan perguruan tinggi Islam di Batusangkar, mulai dari STAIN Batusangkar, kemudian bertransformasi menjadi IAIN Batusangkar, hingga akhirnya menjadi UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Saat ini, Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar memiliki enam Program Studi Magister, yaitu Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Ekonomi Syariah (HES), Ekonomi Syariah (Eksya), dan Hukum Keluarga Islam (HKI), serta satu Program Doktor, yaitu Doktor Studi Islam.

Menurut Direktur Pascasarjana, perkembangan tersebut menunjukkan komitmen UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam mengembangkan pendidikan tinggi Islam yang responsif terhadap perubahan zaman.

“Kita mengintegrasikan keilmuan kontemporer yang dilandasi dengan keilmuan Islam. Karena itu, mahasiswa Pascasarjana harus mampu membangun tradisi akademik yang kuat sekaligus memiliki kepekaan terhadap persoalan nyata yang berkembang di masyarakat.”

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjadikan proses pendidikan sebagai perjalanan intelektual yang berlangsung setiap hari. Mahasiswa Pascasarjana didorong untuk  senantiasa belajar, menjunjung tinggi integritas akademik, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Rektor: Tesis dan Disertasi Harus Menjawab Persoalan Nyata

Sementara itu, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar secara resmi membuka kegiatan orientasi mahasiswa Pascasarjana. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya menjadikan persoalan nyata di lapangan sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan penelitian tesis dan disertasi.

Menurutnya, karya ilmiah mahasiswa Pascasarjana akan memiliki nilai strategis apabila tidak berhenti pada pengembangan teori, tetapi mampu membaca, menganalisis, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Bagusnya tesis dan disertasi berasal dari kasus-kasus yang ada di lapangan. Penelitian harus berangkat dari persoalan nyata sehingga hasilnya dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.”

Rektor juga menegaskan bahwa pendidikan pada hakikatnya bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk manusia yang semakin berakhlak. Karena itu, peningkatan kompetensi akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab moral.

Dalam konteks pengembangan keilmuan, UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus mendorong integrasi agama Islam dengan keilmuan yang bersifat integratif dan interkonektif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kedalaman keislaman, penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.

“Pendidikan tinggi harus mampu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat. Karena itu, mahasiswa Pascasarjana harus mampu memberikan kontribusi yang banyak bagi masyarakat lokal,” tegas Rektor.

Pascasarjana Dorong Riset Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Pesan tersebut sekaligus menjadi arah strategis bagi mahasiswa S-2 dan S-3 Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam menjalankan proses pendidikan dan penelitian.

Sebagai mahasiswa Pascasarjana, mereka tidak hanya dituntut menghasilkan karya akademik yang memenuhi standar ilmiah, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan penelitian yang relevan, kontekstual, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan masyarakat.

Dengan pendekatan integratif dan interkonektif, penelitian di lingkungan Pascasarjana diharapkan dapat mempertemukan khazanah keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat kontemporer.

Hal ini menjadi semakin penting di tengah perubahan sosial, ekonomi, teknologi, pendidikan, dan budaya yang berlangsung sangat cepat. Perguruan tinggi Islam dituntut tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Direktur Pascasarjana Lantik Pengurus IKADSI

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar juga melakukan pelantikan pengurus Ikatan Alumni Doktor Studi Islam (IKADSI) Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring alumni sekaligus membangun kolaborasi antara alumni, Pascasarjana, dan masyarakat.

Adapun susunan pengurus IKADSI yang dilantik adalah: ketua Dr. Desmita, M.Si., sekretaris  Dr. Safril Gazali, M.Si., bendahara Dr. Yustiloviani, M.Ag.

Keberadaan IKADSI diharapkan tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi alumni, tetapi berkembang menjadi jejaring akademik dan profesional yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan kelembagaan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi antara Pascasarjana, mahasiswa, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam membangun ekosistem akademik yang produktif dan berkelanjutan.

 Membangun Pascasarjana yang Unggul dan Berdampak

Orientasi mahasiswa Pascasarjana tahun 2026 pada akhirnya bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan akademik bagi mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi titik awal membangun komitmen akademik untuk menjalani pendidikan S-2 dan S-3 secara serius, berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pada kemanfaatan.

Dengan tujuh program studi Pascasarjana yang terdiri atas enam program Magister dan satu Program Doktor Studi Islam, UIN Mahmud Yunus Batusangkar terus memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan keilmuan Islam yang mampu berdialog dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer.

Melalui semangat integrasi keilmuan, integritas akademik, kolaborasi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat, mahasiswa Pascasarjana diharapkan mampu menjadi insan akademik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Dengan demikian, perjalanan akademik di Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar Magister atau Doktor, tetapi menjadi proses untuk melahirkan pemikiran, penelitian, dan karya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan umat. (***)

Leave a Reply