Batam, bakaba.net – Perjalanan rombongan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam agenda Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) di Tanjungpinang dan Batam tidak hanya menjadi momentum silaturahmi dengan para perantau.
Di tengah perjalanan itu, rombongan justru dipertemukan dengan sosok perempuan asal Tanah Datar yang memiliki kisah perjuangan menginspirasi.
Dia adalah Resianti, 52 tahun, warga asal Lubuk Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara. Kini ia dikenal sebagai pengusaha rental mobil di Batam dengan nama PT Ananda Aditya Jaya.
Berawal dari satu unit mobil sewa, Resianti kini telah mengembangkan bisnisnya menjadi puluhan unit kendaraan. Jaringannya bahkan menjangkau berbagai daerah.
Kendaraan dari usahanya itu juga dipercaya menjadi armada untuk kebutuhan transportasi rombongan Presiden dan Wakil Presiden RI, kementerian, hingga perusahaan dan instansi di Kepulauan Riau, Provinsi Riau dan daerah lainnya.
Resianti bercerita, sebelum sukses seperti sekarang ia merupakan anak sulung dari enam bersaudara. Ayahnya meninggal dunia, dan sebagai anak tertua ia harus membantu ibu membiayai sekolah lima adiknya.
Ia merantau dari Dumai, Pekanbaru, Tanjung Pinang hingga Batam. Hidup keras pernah ia jalani, termasuk tidur di rumah liar dan bekerja sebagai pencuci piring demi bertahan hidup.
“Motivasi saya bertahan adalah menaikkan harga diri orang tua dan keluarga. Saya ingin orang tua saya dihargai,” ujarnya, Jum’at (04/09).
Dengan tamatan SMA, ia membuktikan bahwa keberhasilan tidak selalu soal modal besar. Keberanian, kemauan, konsistensi dan doa menjadi kunci yang ia pegang.
Hingga kini Resianti masih menjaga rutinitas yang sama selama puluhan tahun. Bangun pukul 03.00 WIB, shalat tahajud, membaca Al-Qur’an satu lembar, shalat Subuh, olahraga, lalu bekerja.
Dari keterbatasan itu ia berhasil membangun usaha yang kini membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Beberapa mantan sopirnya kini bahkan sudah menjadi pengusaha rental sendiri. Tiga adiknya yang dulu ia sekolahkan juga kini mengelola usaha rental mobil di Batam.
Resianti berpesan kepada generasi muda di kampung maupun di rantau agar tidak takut mencoba hal baru.
“Jangan minder, tetap semangat, optimis, yakin dan percaya diri. Setiap manusia punya hak untuk maju,” pesannya. (***)