Jajang C. Nur: Karya Atitje Luar Biasa Meski Harus Berdarah-Darah

Jajang C. Nur: Karya Atitje Luar Biasa Meski Harus Berdarah-Darah

- in BUDAYA, Headline, NASIONAL
538
0

Jakarta, bakaba -Jajang C. Nur seorang seniman, budayawan dan aktris berdarah Minangkabau sangat mengapresiasi buku wastra the songket of Minangkabau raising hidden threads karya Puan Puti Reno Sativa Sutan Aswar. Buku tersebut menurutnya mewakili permasalahan orang Minang termasuk dirinya.

“Saya mengorbankan waktu tidur sampai subuh untuk mengetahui buku karya Atitje yang luar biasa”, kata Jajang C. Nur di Jakarta Sabtu (05/05).

Atitje dalam bukunya the songket of Minangkabau raising hidden threads menceritakan dalam bahasa tutur, tidak mengurui sehingga hal itu dapat mewakili semua orang termasuk saya yang asli berdarah Minangkabau dan dia (Atitje red) yang merupakan keturunan raja Pagaruyung.

“Saya tahu bagaimana berdarah-darahnya Atitje ketika mulai melakukan penelitian dan menulis buku dengan sepenuh hati.Atitje sangat luar biasa dengan karyanya”, ujar putri semata wayang tokoh pegerakan nasional Nazir Datuak Pamoenjak ini.

Diharapkan mahakarya Atitje yang mengupas tuntas tentang songket Minangkabau dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian kain adat tersebut, sehingga generasi- generasi Minang yang sudah mulai melupakan jati dirinya kembali tertarik untuk melestarikan sehingga songket tidak hilang tergerus masa.

Ketua Perkumpulan Rumah Pesona Kain Ike Nirwan Bakrie menyampaikan bahwa seorang Atitje mempunyai obsebsi besar untuk mempunyai buku tentang songket Minangkabau. Sebagai organisasi pelestarian kain perkumpulannya selalu mendorong setiap person atau organisasi yang punya kepedulian terhadap pelestarian kain tradisional.

Seorang Atitje dengan karyanya dapat menuangkan hal itu secara detail dalam bukunya. Semoga buku the songket of Minangkabau raising hidden threads yang memberikan informasi berhaga bagi kita bermanfaat untuk pelestarian songket itu sendiri. (TIA)

print

Leave a Reply