Pemkab Tanah Datar gandeng UIN Mahmud Yunus Batusangkar untuk wujudkan sekolah ramah anak berkebutuhan khusus. Guru kelas fase A akan dapat pelatihan identifikasi khusus
Tanah Datar, bakaba.net– Upaya mewujudkan pendidikan inklusi di Tanah Datar mendapat dukungan penuh dari Bunda Literasi Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra.
Hal itu disampaikan Lise saat rapat terbatas dengan UIN Mahmud Yunus Batusangkar di Indo Jalito Batusangkar, Rabu lalu.
Rapat terbatas itu lansung dipimpin bunda Literasi Tanah Datar, UIN yang hadir Dr.Fadriati,M.Ag dan Dani Yoselisa,M.Psi.,Psikolog, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Alfi Hidayati, M.Pd.
“Pendidikan inklusi adalah sistem layanan pendidikan yang terbuka, di mana anak berkebutuhan khusus dan anak tanpa kebutuhan khusus belajar bersama dalam satu kelas reguler di sekolah terdekat,” ujar Lise.
Menurutnya, pendekatan ini penting agar semua anak mendapat hak belajar yang setara tanpa diskriminasi.
Bunda literasi berharap kolaborasi dengan UIN ini bisa menjadi langkah awal pemerataan layanan pendidikan inklusi di seluruh sekolah dasar di daerah tersebut.
Dalam kolaborasi ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar akan memberikan psikoedukasi kepada guru-guru kelas fase A. Tujuannya agar para guru mampu melakukan identifikasi awal terhadap anak berkebutuhan khusus.
Dosen Psikolog UIN, Dani Yoselisa, mengatakan saat ini SD memang sudah wajib menerima anak berkebutuhan khusus. Namun penerimanya masih terbatas pada kategori tertentu.
“Pendidikan inklusi bertujuan memberikan akses pendidikan merata bagi anak disabilitas atau anak dengan hambatan khusus,” kata Dani.
Selain itu, lanjut Dani, program ini juga melatih sikap toleransi dan empati sejak dini, serta membantu perkembangan sosial dan emosional anak secara optimal.
Dr. Fadriati pada kesempatan itu juga menyampaikan, guru yang telah mengikuti pelatihan akan diberikan pendampingan mengenai pembelajaran berdiferensiasi untuk dapat memberikan pembelajaran yang berbeda sesuai dengan kemampuan anak.