Biaya Produksi Tinggi, Daya Saing Produk Masyarakat Rendah

Biaya Produksi Tinggi, Daya Saing Produk Masyarakat Rendah

- in EKBIS, Headline, KABA NAGARI
463
0

Batusangkar, Bakaba—Biaya produksi tinggi merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh pengusaha industri kecil dan kerajinan saat ini, sehingga produk masyarakat masih memiliki daya saing relatif rendah. Akibatnya, produk masyarakat masih belum mampu menguasai pangsa pasar yang diharapkan.

“Permasalahan ini semakin komplit, ketika penggunaan teknologi untuk kegiatan produksi masih belum menggunakan teknologi modern, sehingga kualitas produk yang dihasilkan belum kompetitif,” kata Wali Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang Paze Andrif, SH ketika membuka Musrebang Nagari Tanjung, Selasa (16/1).

Dikatakan, permasalahan lain yang tak kalah pentingnya berupa rendahnya peran investasi pihak lembaga swasta dan perantau Minang untuk menggerakkan sektor riil, diantaranya berupa pemanfaatan sumber daya alam yang belum optimal dan sistem pelayanan publik untuk perizinan usaha dan investasi yang masih menjadi hambatan pengembangan investasi baru sektor pariwisata.

Selanjutnya yang menjadi hambatan dalam pembangunan di nagari berupa persoalan lahan yang sulit dibebaskan untuk pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan irigasi serta meningkatnya eskalasi politik menjelang Pemilu, karena sudah dimulainnya persiapan Pemilu.

Wali Nagari Paze mengharapkan, kebijakan pembangunan kedepan tidak terlepas dari peningkatan nilai tambah produk unggulan melalui pengembangan kawasan agrobisnis dan agropolitan serta kawasan unggulan industri pengolahan yang dapat terkoneksi dengan koridor ekonomi Tanah Datar dan Sumatera Barat.

“Pengangguran juga perlu diatasi, dengan menciptakan kesempatan dan lapangan kerja baru, melalui investasi padat karya, terutama dalam pelaksanaan proyek-proyek APBN (DAK) dan APBD Kabupaten maupun Propinsi,” kata Paze menambahkan.

Lebih jauh dijelaskan, upaya lain yang perlu dilakukan dalam bentuk pengembangan produk komoditi unggulan berbasis ekonomi lokal seperti produk holtikultura, perkebunan, perikanan, ternak besar dan kecil, industri kerajinan lokal, industri makanan tradisional dan industri garmen lokal dalam rangkaian mengurangi kemiskinan.

Hadir dalam kesempatan tersebut empat anggota DPRD Tanah Datar dari Daerah Pemilihan II, Ketua Tim Musrenbang V Tanah Datar Irsal Very Idrus Dt.Lelo Sampono, Kepala Dinas Parpora Edisusanto, Camat Sungayang Drs.Aslamuddin d8an undangan lainnya.(WD)

print

Leave a Reply