Arti Gala Di Minangkabau 

Arti Gala Di Minangkabau 

- in ADAT, BUDAYA, Headline, OPINI
0

Catatan kecil Muhamad Jamil Labai Sampono

“Ketek banamo, gadang bagala
Ketek kamanakan mamak
Gadang sumando urang”.

 

Demikian adat meng istilahkan kepada laki laki di minangkabau.
Diminang ukuran orang dewasa itu adalah ketiko alah babini/sudah nikah, dan di beri gelar. Kecuali gelar pemangku adat diistimewakan memberikannya sebelum kawin atau semasih kecil sekalipun. Gelar ini disebut gelas sako yg turun temurun dari nenek moyang dari suku ibu atau matrilineal.

Gelar sako ini langsung dan tak boleh terputus. Kalau ada pemangku adat itu yang meninggal, maka saat itu juga dipindahkan kepada kemenakan selanjutnya, dima tanah tasirah disinan tambilang makan, artinya proses pelaksanaan tentang kematian dijalankan dan proses regenerasi gelar pemangku adat di laksanakan juga.( khusus gelar urang 4 jinih).

Dan selain gelar untuk pemangku adat utama (urang ampek jinih) diatas pemberian nya hanya untuk yang sudah kawin.

Begitulah adat sangat mementingkan regenerasi kepemimpinan.

Lalu apa Arti gala(gelar) diminangkabau…?

  1. Penghulu=pemimpin.
  2. Pakiah= faqih urg yg mangarati hukum agamo.
  3. Sutan= sultan, rajo kepala.
  4. Khatib= khatib , ahli pidato, orator.
  5. Imam= imam.
  6. Labai= pemanggil, penyeru, pendakwah/uramg siak.
  7. Qari= ahli quran.
  8. Malin= muallim, urg bailmu, alim ulama.
  9. Gindo= bagindo, beginda ,yang dmuliakan.
  10. Sidi = sayyidi , said, pengulu pimpinan.
  11. Tuangku= tengku, angku, buya.
  12. Rajo = raja

Silahkan tambahkan sanak,..?

Catatan:

  1. Semua gelar gelar di minangkabu berkonotasi arab dan hampir semuanya berasal dari lafaz arab. Ini pertanda budaya arab lebih tua diminangkabau. Hal ini dibuktikan manuskrib minang lama itu banyak berbahasa arab melayu.
  2. Gelar naro…= api, neraka?????. Jika gelar ini di arabkan berarti api, neraka. Semoga gelar yg ada memakai nama naro perlu di pikirkan lagi.
  3. Menurut adat kalau sudah diberi gelar maka tidak dibolehkan lagi memanggil namanya. Tapi Dipanggil dg sebutan gelar.
  4. Pemberian gelar biasanya disesuaikan dg SDM orangnya atau kapasitas dirinya. Misalnya gelar malin(dipayakumbuh). Biasanya orang yg alim atau urang siak atau yg punya ilmu agama. Khatib biasanya orang mempunyai daya runding dan komunikasi yg baik.
  5. Namun tidak semua gelar itu ada berfungsi sama di tiap daerah dan luhak. Contoh di payakumbuh malin adalah urang siak atau alim ulama. Tapi di Tanah Datar malin adalah ahli pasambahan adat dan urang siak nya adalah bergelar labai dan pakiah dll.

Secara umum di gelar di kelompokkan kepada:

  •  Gala niinik mamak.
  •  Gelar urang siak.
  •  Gala biaso.

Banggalah = menjadi orang minang, apalagi adatnya disatukan dengan Islam (ABS SBK)

Mohon maaf talabiah takurang.

Padang Panjang 24 Okt 2020. (***)

print

Leave a Reply