Antisipasi Halinar, Rupajang Gelar Operasi Pengendalian Bersama Libatkan Stake Holder

Antisipasi Halinar, Rupajang Gelar Operasi Pengendalian Bersama Libatkan Stake Holder

- in Headline, News, PADANG PANJANG
0

PADANG PANJANG, bakaba.net – Rumah Tahanan Klas II  Padang Panjang mengelar konfrensi pers Operasi Pengendalian Bersama Deklarasi Perang Halinar (HP, Pungli dan Narkoba) Selasa (28/09/2021) di Rutan Setempat.

Sebelum pelaksanaan Operasi Pengendalian Bersama Deklarasi Perang Halilintar Rudi Kristiawan melakukan apel bersama yang dihadiri Wali Kota, Ketua DPRD, Kapolres Padang Panjang, Wakil Ketua PN Padang, Wakil Danyon brimob, Danramil Kota Padang Panjang, Kejaksaan dan Kepala PLN Padang Panjang.

Karutan Rudi Kristiawan Amd, Ip, S.H, M.M bertindak sebagai Irup dalam apel tersebut didampingi Forkopimda Padang Panjang.

Dalam apel tersebut Karutan Klas IIB Padang Panjang atau yang lebih dikenal Rupajang menyampaikan secara umum kondisi Rutan itu.

“Kondisi hunian Rutan 36 orang, tapi saat ini naik menjadi 75 lalu meningkat sampai 154 orang tahanan,” kata Rudi Kristiawan.

Bertambahnya jumlah tahanan di Rutan Padang Panjang sebut Rudi, disebabkan meningkatnya tindak kriminal dan pelanggaran hukum.

Tetapi Rudi Kristiawan selaku Karutan melakukan berbagai inovasi sehingga ruang tahanan tidak terlihat over capasitas.

“Kita melakukan renovasi kamar tahanan sehingga warga binaan merasa nyaman selama pembinaan,” ujarnya.

Saat ini Kemenkumham berupaya memberikan suasana bersih dan kondusif bagi tahanan dan hal itu sudah dilakukan oleh seluruh Rutan di Indonesia.

Terkait operasi pengendalian bersama dan deklarasi perang Halinar (HP, Pungli, dan Narkoba merupakan pengendalian bersama dengan melibatkan stake holder.

“Selama ini, operasi Pengendalian Bersama Deklarasi hanya melibatkan TNI, Polri dan Brimob, tapi kali ini juga ada Dinas Kesehatan, BPBD serta, Damkar dan PLN,” ujarnya.

Petugas TNI, Polri dan Brimob akan melakukan pemeriksaan kamar tahanan, untuk melihat benda-benda tahanan apa ada benda terlarang yang berada dalam kamar tahanan, baik HP, Narkoba maupun benda lainnya yang membahayakan tahanan.

BPBD akan melihat kondisi Rutan dan merencanakan jalur evakuasi bila terjadi kondisi darurat, petugas PLN akan memeriksa instalansi listrik apa masih layak atau justru perlu pengantian.

Sementara Dinas Kesehatan Kota akan melihat kondisi dapur Rupajang, baik melihat dari dekat kebersihan maupun kandungan gizinya.

“Setiap kamar, akan diperiksa tiga orang petugas untuk mengeledah dan mencari benda-benda Halintar,” kata Rudi.

Rutan sendiri memiliki 17 kamar yang dibagi dalam beberapa blok hunian warga binaan pemasyarakatan. (TIA)

print

Leave a Reply