Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital

Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital

- in Headline, News, PAYAKUMBUH
181
0

PAYAKUMBUH, bakaba.net — Dalam virtual launch Bank Dunia, Kamis (29/7/2021) terungkap masyarakat Indonesia yang berada pada kelompok 10 persen distribusi pendapatan tertinggi memiliki kemungkinan mendapatkan konektivitas lima kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang berada pada kelompok 10 persen distribusi pendapatan terendah.

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Satu Kahkonen menyampaikan mungkin ada beberapa masyarakat yang tidak bisa berpartisipasi dalam teknologi digital ini dan mereka bisa tertinggal. Hampir separuh dari masyarakat dewasa di Indonesia tidak bisa mengakses internet. Dan artinya mereka tidak bisa memanfaatkan buah dari teknologi digital.

Selanjutnya Kahkonen menyebutkan, penyebab utamanya karena akses keterjangkauan yang berbeda antar wilayah, meski investasi swasta dalam infrastruktur mobile broadband telah memperluas akses dan mengurangi biaya internet.

Meski belum seluruh daerah di Indonesia dapat dijangkau jaringan internet/blankspot, tetapi yang pasti Era digital menyediakan segalanya karena dunia ada di ujung jari, artinya semuanya bisa dilakukan dengan sentuhan jari dan dalam waktu yang singkat.

Suka atau tidak suka, mau tidak mau, kehidupan dunia digital membuat hampir semua orang terhubung dengan dunia dalam jaringan (Daring), dan hal juga berlaka dalam dunia usaha yang pasti juga tersangkut dengan pekerjaan.

Pendemi Covid-19 membuat sektor perdagangan khususnya pekerjaan dan usaha terpaksa dilakukan dengan jarak jauh yang mau tidak mau jelas terkait dengan dunia digital.

Dengan demikian tentunya diharapkan kepada pelaku usaha untuk lebih jeli memanfaatkan peluang dan situasi yang ada sebagai konsekwensi dari era digital dan dunia daring

Begitulah setidaknya yang tergambar dalam Webinar Gerakan Literasi Digital 2021 Kota Payakumbuh, Senin (2/8) sore.

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual itu menggunakan aplikasi zoom, dan berlangsung dari pukul 14.00-17.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh 660 peserta, yang berasal dari pelajar, guru, ASN dan mahasiswa yang tidak hanya berasal dari Kota Payakumbuh tetapi Sumatera Barat, serta dari sejumlah daerah di Indonesia.

Webinar kali ini mengambil tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital” dan mendapat sambutan yang menggembirakan dari peserta yang rata-rata pemerhati, dan praktisi pendidikan, pemerhati budaya, serta ASN setempat.

Adapun yang tampil sebagai pembicara adalah: Niken Rizki Amalia, S.Gz, M.Si (Owner Deenee Gallery), Muhaimin, S.IP, MA (CEO Nextup ID), Indra Arifin S.Sn.,M.Sn (Dosen ISI Padang Panjang, Content Creator, Seniman dan Pegiat Budaya), dan Ardian, S.T.,M.I.Kom (Komisioner KPID Sumbar).

Moderator dalam iven kali ini adalah Sahira Zahra Ghassani, selain itu juga ada Key Opinion Leader @dieva_ipeh (Designer).

Kegiatan yang dihelat oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia bekerjasama dengan PT PCI ini mengusung empat tema besar yakni; (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia Digital; (3) Etik Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital yang dilaksanakan di 34 provinsi, 514 kabupaten/kota sampai akhir tahun ini.

Salah seorang peserta Reza Widya Saputra menyatakan pentingnya edukasi kepada anak dan menyaring anak di bawah umur yang mudah mengakses internet sehingga banyak yang mengakses konten yang negatif.

Peserta Agus Suranto bertanya kepada narasumber Niken Rizki Amalia tentang tetangga yang belanja online (marketplace) belanja jam tangan tetapi barang datang berupa sabun cuci, bagaimana sebaiknya dan apa yang harus kita lakukan.

Peserta lainnya M. Nurul Arifin bertanya kepada narasumber Muhaimin, apakah ada dampak buruk dari uang elektronik tersebut terhadap penggunanya?

Peserta lain Khairiah el Marwiah bertanya kepada narasumber Indra Ariffin tentang bagaimana cara untuk mengantisipasi masuknya budaya asing (misal, K-Pop) yg sangat disukai oleh generasi milenial Indonesia, jika dikaitkan dengan semangat kebangsaan atau nasionalisme? dan bagaimana digital culture ini mempengaruhi revolusi mental?

Sementara peserta Predy siswanto bertanya kepada narasumber Ardian, ketika kita menggunakan mesin penelusuran supaya bisa mengoptimalkan SEO pada penelusuran web yang kita miliki bagaimana?

Kegiatan Webinar Literasi Digital untuk Sumatera Barat berikutnya akan akan kembali dihelat oleh Kota Solok pagi 09-12.00 WIB dan Kabupaten Pesisir Selatan Selasa (3/8), 14.00-17.00 WIB.

Setiap peserta yang mendaftar dan mengikuti webinar ini akan mendapatkan fasilitas berupa E- sertifikat dari Kominfo dan Voucher E-Money (***).

print

Leave a Reply