Terkait Nisan Viral, Kepala BPCB Sumbar Tegaskan Ini

Terkait Nisan Viral, Kepala BPCB Sumbar Tegaskan Ini

- in Headline, NASIONAL, News
0

TANAH DATAR, bakaba.net — Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat Teguh Hidayat tegaskan, fhoto berbentuk phallus yang berada dalam gua bukan nisan yang sama berada di Nagari Tanjung Kecamatan Sungayang Tanah Datar.

Nisan berbentuk phallus dengan cat berwarna orange pada bagian ujungnya itu  sempat viral dan diberitakan sejumlah media nasional.

‌”Fhoto nisan berbentuk  phallus yang sempat viral itu bukan temuan nisan yang ada di Nagari Tanjung Tanah Datar, bahkan mungkin bukan di Indonesia,” tegas Teguh Hidayat menjawab bakaba.net, Jum’at (22/01/2022) di Batusangkar.

Ilustrasi nisan yang sempat viral

Ilustrasi yang sempat viral

Bahkan Kejari Tanah Datar sempat melakukan konfirmasi terkait nisan berbentuk  phallus yang sempat viral karena sudah meresahkan masyarakat.

Teguh Hidayat mengatakan tidak ada yang keliru dengan panayangan ulang berita tentang “Batu Perkasa” tersebut.

Hanya saja Penggunaan gambar dan pencantuman keterangan/caption ilustrasi itulah yang berpotensi menjadi sumber distorsi.

Pembaca bisa beranggapan bahwa foto ilustrasi yang dipajang itulah seakan  berada di Sumatera Barat, atau dengan kata lain bahwa foto yang bersumber dari Istockphoto tersebut adalah objek yang sedang dibicarakan.

Dalam fhoto ilustrasi yang digunakan sangat menantang, menggambarkan alat kelamin, lelaki dengan berbagai warna mencolok sehingga terlihat sangat vulgar.

Padahal dalam Arkeologi, tinggalan batu dalam bentuk alat kelamin disebut dengan Batu tagak tipe phallus atau yang sekarang diistilahkan dengan “batu perkasa”, hanya batu nisan biasa.

Bahkan kata Teguh nisan berbentuk phallus ini  cukup banyak kita temui pada tingalan makam-makam kuno masa Islam di Sumatera Barat.

Bentuk nisan itu awalnya merupakan simbol kesuburan bagi masyarakat prasejarah, namun pada masa Islam bentuk phallus lebih pada penanda bahwa yang dimakamkan adalah berjenis kelamin laki-laki.

Bahkan ada nisan yang bentuk pipih seperti pedang yang merupakan makam perempuan. Batu tersebut merupakan temuan yang unik.

Batu tagak yang berada di Puun, Jorong Balai Tabuah, Nagari Tanjung Sungayang itu sendiri bukan dalam pengertian menhir dari budaya megalitik (masa prasejarah). Melainkan bentuk “nisan menhir”.

Nisan berbentuk Phallus di Jorong Balai Tabuah, Nagari Tanjung Sungayang

Nisan berbentuk phallus dapat ditafsirkan sebagai tradisi megalitik dan/atau keberlanjutan tradisi dari masa prasejarah ke masa Islam.

Batu tagak bertipe phallus kata Teguh Hidayat berada di pandam pakuburan yang diistilahkan dengan puun.

Puun berasal dari kata “puhun” yang berarti pemohonan/panjatkan doa. Aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat di tempat itu, secara perlahan berubah menjadi nama tempat.

Sementara batu tagak/menhir di lokasi ini merupakan tanda makam (masa Islam) yang terlihat pada orientasi nisan makam yang sudah Utara-Selatan, yang berarti sudah menghadap kiblat.

Gejala budaya yang muncul disini adalah keberlanjutan tradisi dalam pemakaian batu tegak sebagai tanda kubur pada masa megalitik ke nisan di zaman Islam Islam jelas Teguh. (TIA)

print

Leave a Reply