Puluhan Wartawan Tanah Datar Terdampar di Kota Tua Jakarta (1)

Puluhan Wartawan Tanah Datar Terdampar di Kota Tua Jakarta (1)

- in Headline, KABA WISATA
637
0

Laporan : Wirmas Darwis, SE

Jakarta, Bakaba—Setidaknya 37 wartawan Tanah Datar dan 10 pendamping mendapat kesempatan untuk melakukan studi komperatif ke Jakarta dan Bandung dari tanggal 10 s/d 13 Desember 2017. Dari jumlah tersebut satu diantaranya Pemimpin Redaksi bakaba.net Wirmas Darwis, berikut laporannya dari Kota Metro Politan Jakarta.

Kunjungan awak media agaknya bukan sekedar refreshing atau memanfaatkan APBD di akhir tahun, tetapi reward yang diberikan Pemkab Tanah Datar ini setidaknya dapat menambah wawasan para awak media dan membandingkan daerah kunjungan dengan Kabupaten Tanah Datar.

Salah satu objek kunjungan berupa Kota Tua Jakarta, jika dibandingkan dengan Kabupaten Tanah Datar, ternyata Luhak Nan Tuo Juga mempunyai bangunan tua seperti benteng Van Vander Capellen Batusangkart yang kini dihuni oleh Dinas Parpora (Pariwisata, Pemuda dan Olahraga).

Bedanya, Kota Tua hampir setiap hari ramai dikunjungi wisatawan, tetapi benteng Van Vander Capellen pengunjung yang datang sangat terbatas sekali, kalau tidak boleh disebut tidak ada.

Ramainya pengunjung yang datang ke lokasi wisata gratis ini ternyata membawa keberuntungan bagi sebahagian orang, baik pedagang maupun penjual jasa seperti delman dan sepeda ontel sewaan.

Sesuai dengan namanya, kota ini memang banyak menyimpan peninggalan sejarah berupa bangunan kuno serta benda-benda berharga lainnya yang tersimpan dalam berbagai museum.

Untuk menuju Kota Tua ternyata cukup mudah, berbagai kendaraan umum dapat mengantarkan anda, salah satunya kereta api. Saat Anda menginjakan kaki di stasiun kereta api Jakarta Kota, anda sudah bisa merasakan antiknya bangunan stasiun ini. Stasiun kereta api Jakarta, selesai dibangun pada tahun 1929 dan diresmikan langsung oleh gubernur jenderal pada masa itu, A.C.D de Graeff.

Stasiun kereta api ini merupakan stasiun kereta api terbesar di Indonesia. Bangunan dengan ketinggian empat meter ini telah dijadikan cagar budaya. Sempat ada perdebatan karena stasiun kereta api ini ingin dipugar untuk penambahan ruang komersil.

Kemudian disini ditemui juga museum, nama museum bukanlah Museum Fatahilah, namun Museum Sejarah Jakarta. Gedung museum merupakan Balai Kota Batavia VOC yang dibangun pada tahun 1707-1710.

Bangunan yang menyerupai Istana Dam di Amsterdam ini terbagi menjadi dua bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Di dalam museum Anda akan melihat hasil penggalian arkeolog di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19. Selain dikenal sebagai museum yang menyimpan sejarah kota Jakarta, Museum ini menjadi makin populer sebagai lokasi uji nyali salah satu acara reality show di Indonesia.

Bangunan lainnya yang tak kalah pentingnya berupa Museum Bank Indonesia. Museum menempati bangunan peninggalan De Javasche Bank yang telah berdiri tegap sejak tahun 1828. Anda disajikan berbagai macam informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan perbankan Indonesia bahkan sebelum bangsa asing menduduki Indonesia.

Hebatnya, informasi disajikan dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel static, televisi plasma dan diorama. Anda tak perlu merogoh kocek saat mengunjungi Museum Bank Indonesia karena memang tak dipungut biaya.

Ada lagi Museum Wayang, karena gaya bangunannya yang unik. Awalnya bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Lama Belanda) yang dibangun pada tahun 1640. Seperti namanya, Museum Wayang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit maupun bahan-bahan lain.

Tidak hanya wayang dari Indonesia, Museum Wayang juga mengoleksi wayang dari Tiongkok, Kamboja, Suriname, Thailand dan negara lainnya. Jika Anda ingin menonton pementasan wayang, Museum Wayang menggelar pagelaran wayang pada minggu 2 dan ke 3 setiap bulannya. (Bersambung)

print

Leave a Reply