Mendadak Subuh, Gubernur Sumbar Hadir Di Mesjid Lantai Batu Batusangkar

Mendadak Subuh, Gubernur Sumbar Hadir Di Mesjid Lantai Batu Batusangkar

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

TANAH DATAR, bakaba.net, – Mendadak subuh, tiba-tiba Gubernur hadir subuh ini di Masjid Raya Lantai Batu Batusangkar, Selasa (26/10/2021)

Jama’ah diantara yakin dan tidak, menyaksikan Buya Mahyeldi subuh ini hadir bersama mereka. Bahkan dalam kesempatan tersebut Buya diminta mengimami shalat Subuh berjama’ah,

Dalam kesempatan tersebut Buya Mahyeldi diberi kesempatan oleh pengurus dan jama’ah untuk memberikan kuliah subuh. Buya yang sudah biasa memberikan wejangan, tidak berkeberatan menerima permintaan tersebut

Hadir juga dalam subuh tersebut, tokoh masyarakat Tanah Datar, Buya Afriyendra, SH. MH, Ustadz Abu Bakar, Lc, Ustadz Yoherwan, Ustad Ahmad Alkindi dan Ustadz Adib Fadhil

Dalam kesempatan tersebut Buya Membahas tentang solusi menghadapi berbagai kondisi penyimpangan di tengah masyarakat. Beliau mengutip firman Allah swt yang artinya;

“Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?” Para Hawariyyµn (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim.”

-Surat Ali ‘Imran, Ayat 52 “Orang yang seharusnya menjaga agama, terkadang tidak melaksanakan ajaran agama. Justru prilakunya mengingkari agama. Demikian yang dirasakan oleh Nabi Isa as. dari ummatnya”.

Tentu kondisi seperti ini akan juga dirasakan oleh ummat sesudah itu, sampai zaman sekarang ini.

“Kita akan melihat orang Islam justru melemahkan Islam. Menentang tegaknya Islam ditengah masyarakat. Tidak senang bila ummat ini kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah,” katanya.

Nabi Isa as. melakukan apa yang dilakukan ummat sekarang. Beliau merapatkan barisan, meluruskan shaf. Menanyakan kepada orang-orang terdekat beliau. “Siapakah yang akan menjadi penolong untuk (menegakkan agama) Allah?”.

Buya Mahyeldi menceritakan bahwa beberapa bulan yang lalu, beliau di undang Presiden ke istana negara, untuk melaunching Wakaf uang.

Ia mengharapkan program itu dapat membantu kondisi dan keadaan bangsa saat ini. Dan sejarah mencatat ketika bangsa ini mengalami masalah, ummat Islam dilibatkan. Dan terbukti bahwa Islam adalah solusi.

Dalam menangani Covid-19 misalnya, Nurhayati Subakat, alumni Diniyah Putri Padang Panjang yang sekarang menjadi pengusaha nasional dengan merk Wardah menyumbang 40 Milyar rupiah untuk penanganan Covid-19.

Nurhayati Subakat melanjutkan, Kalau ada masalah di keluarga, juga lakukan konsolidasi. Rapatkan barisan dalam keluarga. Jangan saling salah menyalahkan. Melancarkan komunikasi. Kalau tidak kita kuatkan persatuan akan semakin berat persoalan.

“Kalau kita kompak, yang berat akan ringan, yang sudah akan menjadi mudah. Dalam kehidupan tingkat apapun tidak akan ada persoalan. Dan bersatu itu adalah perintah agama,” katanya. (fb

print

Leave a Reply