Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Peserta Didik di Era Digital

Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Peserta Didik di Era Digital

- in Headline, News, PADANG
0

PADANG, bakaba.net — Dalam masa pandemi, pembelajaran dengan mengunakan daring yaitu pembelajaran dengan menggunakan media internet.

Fasilitas daring identik dengan literasi yaitu mengamati, membaca dan melakukan pekerjaan baik mengajar ataupun mengerjakan tugas dengan alat digital yang tidak terlepas dari fasilitas yang digunakan.

Hal ini trntu guru dan peserta didik harus menguasai media belajar, meski awalnya merupakan sesuatu yang sangat asing.

Ruang digital sesungguhnya adalah ladang dan sekalis etalase bagi dunia pendidikan dan seharusnya menjadi sumber untuk mengolah dan mengembangkan proses pendidikan dan pembelajaran.

Salahsatu sektor yang mau tidak mau harus melek dan memanfaatkan era digital ini adalah sektor pendidikan, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Dengan kata lain, era digital saat ini menuntut dunia pendidikan untuk produktif dalam berkarya karena terutama dalam pembelajaran Dalam Jaringan (Daring).

Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia telah meluncurkan 4 (empat) modul literasi digital, yaitu; (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia Digital; (3) Etik Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital yang dilaksanakan di 34 provinsi, 514 kabupaten/kota sampai akhir tahun ini.

Kegiatan yang dihelat oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia ini bekerjasama dengan PT PCI ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya sampai akhir masa kerja kabinet sekarang.

Setidaknya kenyataan itulah  itulah yang tergambar dalam Webinar Gerakan Literasi Digital 2021 Kota Padang, Senin (19/7).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual itu menggunakan  aplikasi zoom, dan berlangsung dari pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh 450 peserta, yang berasal dari pelajar, guru, ASN dan mahasiswa yang tidak hanya berasal dari Kota Padang, tetapi Sumatera Barat, serta dari sejumlah daerah di Indonesia.

Webinar kali ini mengambil tema “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Peserta Didik di Era Digital”  dan mendapat sambutan yang menggembirakan dari peserta yang rata-rata pemerhati, dan praktisi pendidikan, serta pemerintahan setempat.

Adapun yang tampil sebagai pembicara adalah Nursatyo,. S.Sos, M.si (Akademisi ilmu komunikasi), Dr (C) Rr Vemmi Kesuma Dewi, M. Pd., (Akademisi Bidang Pendididikan dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak), Dr. Abna Hidayati, M.Pd (Ketua Prodi/Dosen Teknologi Pendidikan FIP UNP), dan Widi Astiyono, S. Ag., M.Pd. (Founder Sagusavi, Wasekjen PP IGI Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan, Koordinator Pusat Kanal Pelatihan IGI).

Moderator dalam iven kali ini adalah Lovenia Viona Gultom, selain itu juga ada Key Opinion Leader @dinivaldiani (Dosen, Pengusaha @kasihbahhairtonic).

Dalam sesi tanya jawan, salah seorang  peserta, Febby Pratama Putra, S.S., M.Pd., menanyakan kepada narasumberNursatyo,. S.Sos, M.Si ., tentang  viralnya sebuah video viral siswa yang “mencoret-coret” layar video conference sang guru (menggunakan fungsi “annotate” di Zoom meeting) ketika si guru tersebut sedang menjelaskan tentang MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

“Bagaimana cara kita untuk menghindari hal-hal semacam ini dalam pembelajaran? Apakah budaya literasi digital negatif semacam ini adalah imbas dari kurang ketatnya pengawasan orang tua dalam literasi digital anak?”

Peserta lainnya, Moh Albar,  bertanya kepada  narasumber Vemmi Kesuma Dewi, apakah ada aplikasi atau cara agar guru dan atau orgtua dapat mengontrol penggunaan gawai siswa saat belajar online?.

Selain itu, peserta Salmi Supriatin bertanya kepada narasumber  Abna Hidayati tentang bagaimana menyikapi bila curhat seseorang di medsos ternyata diajukan keranah hukum karena dianggap mencemarkan nama baik yg tersangkut dalam curhatanya orang tersebut dan apa yg harus dilakukan?

Dan kepada narasumber Widi Astiyono, S.Ag., M.Pd., peserta Wiwik Wigiartati menanyakan, apa yang hendaknya dilakukan oleh pihak sekolah untuk merubah paradigma orang tua yang enggan menyekolahkan putra-putrinya untuk belajar secara daring karena merasa merugi mengeluarkan biaya sekolah sehingga tidak jarang menyuarakan banyak protes ke sekolah?  Kegiatan Webinar Literasi Digital untuk Sumatera Barat berikutnya akan akan kembali dihelat oleh Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (23/7) pada pukul 14.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

Setiap peserta yang mendaftar dan mengikuti webinar ini akan mendapatkan fasilitas berupa E- sertifikat dari Kominfo dan Voucher E-Money (***).

print

Leave a Reply