FKPT Sumbar: Penyuluh Agama Dapat Tangkal Paham Radikalisme

FKPT Sumbar: Penyuluh Agama Dapat Tangkal Paham Radikalisme

- in Headline, SOLOK
219
0

SOLOK, bakaba – Para Penyuluh Agama menjadi salah satu tokoh kunci dalam meredam dan mengendalikan sikap sikap radikal. Sikap radikal, pada hakekatnya biasa saja tetapi paham radikal yang merusak tatanan masyarakat yang mestinya tentram dan damai.

“Radikalisme bisa berujung pada terorisme. Oleh karena itu para penyuluh agama di daerah diminta untuk ikut mendorong ketenteraman dengan memberi penjelasan tentang bahaya radikalisme dan terorisme,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili Kepala Bagian Data dan Pelaporan BNPT, Dr.H. Muslih Nashoha, M.A kemarin pada acara Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama dalam Menangkal Radikalisme yang digelar BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumbar di hotel Toufina Solok.

Acara yang diikuti oleh 110 penyuluh semua agama itu merupakan satu dari lima kegiatan yang dilaksanakan oleh FKPT Sumbar sepanjang tahun 2018.
Menurut Muslih Nashoha, pilihan yang tepat lah bagi BNPT untuk menumpangkan harapan kepada para penyuluh dalamqp mencegah dan menangkal bahaya radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat.

“Karena para penyuluh berhadapan langsung secara face to face dengan masyarakatnya,” ujar dia.

Sementara itu Ketua FKPT Sumbar Dr. Zaim Rais menyebutkan upaya melakukan deradikalisasi ini tidak mungkin hanya dilakukan oleh BNPT dan FKPT saja, melainkan memerlukan sinergi antarelemen dan bahkan antarinstitusi.

“Sebagai perpanjangan tangan dari BNPT di daerah, FKPT di semua provinsi hanya bisa melaksanakan sebanyak lima kegiatan formal seperti ini sepanjang tahun. Maka oleh sebab itu pada setiap kelompok masyarakat yang sudah mengikuti kegiatan serupa bisa menjadi relawan baru untuk mengajak masyarakat menjauhi radikalisme yang bisa menjadi picu terorisme itu,” kata Zaim.

Acara yang bertema Ayat-Ayat Damai ini berlangsung sehari penuh dengan menghadirkan para pembicara antara lain Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Drs. Khoirudin, Guru Besar UIN Sumuatera Utara Prof. Syahrin Harahap dan Kakanwil Kemenag Sumatera Barat.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Khoirudin mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh BNPT dan FKPT di seluruh Indonesia ini. Menurut Khoiruddin, penyuluh agama di tiap daerah itu cukup banyak. Baik yang struktural yang di SK kan oleh Kementerian Agama maupun yang non-struktural.

“Kami berterimakasih kepada para kepala daerah yang juga telah membantu menyisihkan anggaran untuk para penyuluh yang di SK kan oleh para kepala daerah itu,” ujar Khoruddin.

Narasumber yang lain adalah Prof. Syahrin Harahap dari UIN Sumatera Utara. Guru besar ini memaparkan soal bahaya radikalisme di tengah masyarakat. Menurut dia ada lima ciri paham radikal, yaitu berpikiran sempit, fundamentalis, eksklusivisme dan bersikap keras, dan selalu cenderung korektif atas paham orang lain.

“Ciri-ciri ini harus mampu dipahami oleh para penyuluh bahkan tokoh agama, agar bisa mencegah tumbuhnya benih-benih radikalisme di masing-masing agama,” ujar Syahrin.

Pengurus MUI Sumatera Utara ini mengatakan, tokoh agama punya peran penting dalam mencounter paham radikal ini dan meluruskan kembali mereka yang sudah tarsasar paham itu.

Untuk melaksanakan kegiatan ini di Kota Solok menurut Kabid Agama dan Dakwah FKPT, Agus Rianto, sudah dilakukan persiapan sejak lama. “Pilihan tempat di kota ini adalah keputusan Rakernas FKPT se Indonesia pada bulan Februari lalu di Jakarta,” kata Agus.

Biasanya hanya dilaksanakan di ibukota Provinsi, sekarang diminta untuk disebar ke daerah-daerah. FKPT di Sumatera Barat sudah dibentuk sejak empat tahun yang silam.

“Saat ini adalah kepengurusan masa bakti kedua hingga tahun 2020 nanti,” kata Kepala Bidang Media FKPT Sumbar, Eko Yanche Edrie. Ia menyebutkan, dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan penelitian oleh Bidang Penelitian FKPT untuk mencari tahu seberapa kuat daya tangkal masyarakat Sumatera Barat terhadap ancaman radikalisme dan terorisme.

Untuk Bidang Pemuda serta Bidang Sosisla Budaya akan dilaksanakan di Bukittinggi dan Batusangkar pada pertengahan tahun ini. Sedangkan Bidang Media akan dilaksanakn di Padang untuk para bloger dan pegiat media sosial. (TIA)

print

Leave a Reply