Budidaya Tanaman Nilam

Budidaya Tanaman Nilam

- in Headline, OPINI
0

Oleh: Enda Tarni Asi

Jurusan Biologi, Civitas Academica Unand

Budidaya tanaman nilam merupakan berbagai macam kegiatan pengembangan dan pemanfaatan tanaman nilam yang dilakukan dengan menggunakan modal, teknologi ataupun sumber daya lainnya.

Untuk mendapatkan hasil budidaya tanaman nilam yang memuaskan, maka petani disarankan untuk mengikuti teknik-teknik budidaya tanaman nilam dengan tepat. Di Indonesia daerah sentra produksi nilam terdapat di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan lainnya.

Berdasarkan buku panduan budidaya nilam dan produksi minyak atsiri oleh Choirul Akhmad dan Berthold Haasler, budidaya nilam mencakup beberapa tahapan yaitu pertama,  pembibitan nilam dengan cara pemilihan dan penyediaan bahan stek. Kedua, penanaman nilam dengan memerhatikan pola dan jarak tanam, persiapan lahan lalu penanaman. Ketiga, pemeliharaan nilam melalui penyulaman, penyiangan, pemupukan, pemberian mulsa, penjarangan, pemangkasan, dan pembubunan. Keempat, pengendalian hama dan penyakit, lalu yang terakhir ialah pemanenan nilam.

Selanjutnya ialah penyulingan minyak nilam.  Penyulingan minyak nilam adalah suatu proses pengambilan minyak dari terna kering dengan bantuan air, dimana minyak dan air tidak tercampur (Romansyah, 2002).

Campuran cairan yang disuling dapat berupa cairan yang tidak larut dan selanjutnya membentuk dua fasa, atau cairan yang saling melarutkan secara sempurna yang hanya membentuk satu fasa. Pada prakteknya penyulingan campuran cairan dua fasa dilakukan untuk memisahkan minyak atsiri dengan cara penguapan dengan bantuan uap. Minyak dipisahkan dari air sehingga diperoleh minyak nilam murni.

Yuhono dan Suhiran (2007) dan Ma’mun (2011) menyebutkan bahwa secara umum cara penyulingan minyak nilam dilakukan dengan tiga macam, yaitu penyulingan cara direbus, penyulingan cara dikukus, dan penyulingan dengan uap langsung.

Pemilihan cara tersebut berdasarkan sifat fisik dan kimia bahan yang akan disuling dan tiap-tiap cara mempunyai keunggulan serta kelemahannya masing-masing.

Kelompok tanaman ini menghasilkan minyak atsiri dan mempunyai prospek yang baik karena disamping harganya tinggi, sampai saat ini minyak nilam belum ada dalam bentuk sintetis.

Selain itu, penggunaan minyak nilam mempunyai daya fiksasi yang tinggi terhadap bahan pewangi lain, sehingga dapat mengikat bau wangi dan mencegah penguapan zat pewangi.

“Minyak nilam merupakan bahan baku yang penting untuk industri wewangian, kosmetika, dan sering pula dipakai sebagai bahan campuran pembuatan obat”, Dwi Wulan Adharini.

Minyak nilam memberikan sumbangan cukup besar dalam penghasil devisa negara dibandingkan minyak atsiri lainnya.

Namun produksi minyak nilam di Indonesia masih terbatas dan produksinya belum optimal, sehingga itu perlu dilakukan peningkatan produktivitas melalui pengembangan yang terintegrasi dan memanfaatkan IPTEK tepat guna mulai dari pembibitan, penanaman, pascapanen dan penyulingan.

Pembudidayaan tanaman nilam tidak terlalu rumit untuk dilakukan asal memiliki skill dan keahlian yang memadai.

Faktanya, budidaya tanaman nilam memiliki peluang yang bagus dikarenkan minyak nilam ini mempunyai prospek bisnis yang menjanjikan sebab, ditingkat internasional minyak nilam diminati oleh beberapa Negara. (***)

print

Leave a Reply