Padang, bakaba.net – Ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi di Kecamatan X Koto kembali jadi sorotan. Seringnya kecelakaan akibat rem blong membuat Wabup Tanah Datar Ahmad Fadly koordinasi langsung ke BPTD dan Dishub Sumbar, Selasa (9/6/2026).
Jalur Padang Panjang-Bukittinggi disebut jalur maut karena turunan panjang. Wabup usulkan pembatasan jam truk dan pembenahan rambu. BPTD dan Dishub Sumbar siap dukung mitigasi.
Pertemuan digelar bersama Kepala BPTD Kelas II Sumbar Deddy Gusman dan Kadishub Sumbar Dedy Diantolani. Turut hadir Kadishub Tanah Datar Sofyan Ali Zumara, Wali Nagari Panyalaian, dan unsur nagari terkait.
Ahmad Fadly menyebut jalur ini merupakan urat nadi transportasi Sumbar dengan mobilitas tinggi. Namun kondisi turunan panjang sering membuat kendaraan berat mengalami rem blong.
“Kehadiran kami untuk menyampaikan kondisi ruas Padang Panjang–Bukittinggi yang hampir setiap tahun terjadi kecelakaan. Ini menimbulkan trauma bagi masyarakat,” kata Wabup.
Ia menegaskan keselamatan jalan tanggung jawab bersama. Karena itu perlu kolaborasi pusat, daerah, dan aparat penegak hukum.
Dalam rapat dibahas sejumlah upaya pencegahan: pembatasan jam operasional kendaraan berat tertentu, peningkatan rambu dan mark jalan yang lebih jelas, penambahan fasilitas keselamatan di titik rawan, penguatan pengawasan di lokasi rawan kecelakaan
“Data lapangan jadi dasar penting. Perlu pemetaan komprehensif terhadap titik yang kerap terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Alhamdulillah, usulan pembatasan jam truk disambut baik. Ke depan akan ada pembahasan lanjutan dengan pihak terkait,” tambah Wabup.
Kepala BPTD Sumbar Deddy Gusman menyatakan mendukung penuh. Saat ini pihaknya terus melakukan upaya antisipatif dan menempatkan fasilitas keselamatan di lokasi.
“Insya Allah kami dukung. Kami juga evaluasi perlengkapan jalan dan susun rekomendasi berdasarkan kajian di lapangan,” kata Deddy.
Senada, Kadishub Sumbar Dedy Diantolani menyebut keselamatan transportasi jadi prioritas. “Upaya preventif akan terus dilakukan untuk menekan angka kecelakaan,” ujarnya. (***)