Hadapi Krisis Pangan, Tanah Datar Ditargetkan Jadi Lumbung Pangan Sumatera Barat

Hadapi Krisis Pangan, Tanah Datar Ditargetkan Jadi Lumbung Pangan Sumatera Barat

- in Headline, KABA NAGARI
638
0

Batusangkar, Bakaba–Kodim 0307 Tanah Datar menargetkan Kabupaten Tanah Datar menjadi lumbung pangan di Sumatera Barat pada tahun 2045. Pada tahun tersebut diperkirakan akan terjadi krisis pangan, karena terusnya berlangsung penambahan penduduk sementara luas lahan semangkin berkurang.

Untuk merealisasikanya target tersebut Kodim 0307 Tanah Datar sedang mengembangkan tanaman kedelai seluas 20 hektar di Tanjung Emas. Dalam pembinaan di lapangan, Kodim 0307 mempercaya kepada Babinsa Rusiyadi.

Hal tersebut dikatakan Kasdim 0307 Tanah Datar Mayor Inf. Hendra Bagus Arioko ketika menjawab pertanyaan bakaba.net di ruang kerjanya Kamis (11/1), sehubungan dengan upaya yang dilakukan kesatuannya dalam mengatasi krisis pangan kedepan.

Program yang dilakukan oleh Kodim dalam bentuk pemberdayaan dan pengembangan swasembada khususnya kedelai. Pemerintah Daerah pun turut serta memberikan partisipasi atas kegiatan tersebut dengan menyediakan lahan dan bantuan peralatan pengolahan lahan.

Arioko mengungkapkan bahwa pemberdayaan dan pengembangan swasembada kedelai ditargetkan sebanyak 50Ha. Dan diharapkan dapat mencukupi bahan untuk mengatasi krisis pangan di masa depan.

Pemilihan tanaman kedelai dengan pertimbangan Indonesia saat ini masih mengimpor kedelai dari luar negeri, sementara kebutuhan kedelai Indonesia cukup tinggi.

Arioko optimis kebijakan pembangunan pertanian yang dikembangkan saat ini dapat secara efektif meningkatkan kesejahteraan petani dan juga mencapai Visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Lebih jauh Kasdim mengatakan, saat ini Babinsa Tanjung Emas Rusiyadi sudah mengembangkan sebanyak 20 hektar lahan kedelai di Padang Data Nagari Pagaruyung.

Begitu mendapat informasi, bakaba.net mengunjungi Lokasi pengembangan kedelai di Padang Data, ternyata memang terlihat hamparan kedelai yang menghijau berumur 1 bulan.

Kepada bakaba.net. Rusiyadi menceritakan keberhasilan pengembangan kedelai tidak terlepas dari partisipasi masyarakat setempat. Untuk lahan seluas 2 hektar, akan dirawat oleh 2 orang petani dengan sistem bagi hasil dengan pemilik lahan.

Penerapan sistem bagi hasil 50 – 50 ini tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga pemilik lahan, sehingga banyak pemilik lahan yang menawarkan lahan mereka juga di manfaatkan agar bisa menjadi lahan produktif.(DianKE)

print

Leave a Reply