Gubernur Irwan Prayitno: Perkembangan IT Rubah Pandangan Masyarakat

Gubernur Irwan Prayitno: Perkembangan IT Rubah Pandangan Masyarakat

- in Headline, TANAH DATAR
352
0
Batusangkar, bakaba – Perubahan politik dan perkembangan IT yang sangat pesat pada akhir-akhir ini membuat sikap, pandangan dan pemikiran masyarakat terhadap kebangsaan pun semakin memudar.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dihadapan 200 orang peserta seminar politik 4 konsensus kebangsaan yang terdiri dari Wali Nagari, KAN, Bundo Kandung dan Generasi Muda se-Kabupaten Tanah Datar, senin (23/4) di gedung Auditorium Emersia Hotel Batusangkar.
Akibatnya juga mempengaruhi cara pandang sebagian generasi muda dalam memaknai nilai-nilai persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara. Selain itu menurut Irwan Prayitno juga berdampak terhadap kurangnya rasa kerukunan dan gotong royong karena timbulnya sikap individualisme  diri.
Sekaitan dengan kondisi itu, Irwan mengatakan bahwa seminar politik 4 konsensus kebagsaan bagi Wali Nagari, KAN, Bundo Kandung dan Generasi Muda ini menjadi sangat penting. Karena dinilai para pesertanya merupakan panutan ditengah-tengah kehidupan masyarakat, sehingga diharapkan bisa mengaplikasikan dan menularkan rasa tanggungjawab terhadap idiologi negara kepada masyarakat.
Saat ini sering kita lihat dan kita dengar bahwa demi menuntut haknya orang rela melanggar bahkan tidak lagi mempedulikan hak orang lain. Untuk itu, seminar politik 4 konsensus kebangsaan ini hendaknya mampu memperbaiki sikap-sikap yang seperti itu dan mampu mengembalikan nilai-nilai kebangsaan, kebersamaan dan gotong-royong ditengah-tengah kehidupan masyarakat kita, ucap Irwan Prayitno.
Lebih lanjut Irwan Prayitno mengatakan bahwa kita patut merasa bangga karena memiliki pancasila sebagai dasar dan ideilogi Negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi Negara sehingga mampu menyatukan rakyat Indonesia dari Sabag sampai Papua yang terdiri dari barbagai etnik, suku dan bahasa. Untuk itu agar jangan berpecah belah mari kita pahami Pancasila dan UUD 1945 serta makna dari Bhineka Tunggal Ika, tambahnya.
Sementara sebelumnya Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma mengharapkan melalui seminar ini akan muncul rasa tanggung jawab terhadap NKRI terutama di daerah kita. Karena muatan-muatan lokal yang ada di minangkabau juga merupakan tiang yang sangat kokoh dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, ujar Wabup.
Namun menurut Zuldafri Darma, nilai – nilai luhur tersebut saat ini sudah mulai memudar di tatanan kehidupan masyarakat kita. “Dan kalau ini kita biarkan terus berlanjut, apa jadinya tatanan kehidupan masyarakat kita nanti ? Untuk itu, kita sebagai tokoh masrayakat juga harus bertanggung jawab mengembalikannya,” tambahnya.
Kita tidak akan bisa menghindar atau menolak arus kemajuan dan perkembangan teknologi. Namun, kita harus memilah-milah manfaat positif dan negatifnya sehingga kemajuan teknilogi itu tidak akan merubah nilai dan tatanan kehidupan kita serta tidak akan merusak akhlaq dan budi pekerti generasi muda.
Untuk itu, melalui acara ini wabup mengharapkan para peserta mengikutinya dengan baik sehingga bisa menjadi jawaban dan solusi bagi kita semua dalam menjaga serta mempertahankan NKRI.
Acara seminar tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Arkadius Dt. Intan Bano, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Forkompimda Kabupaten Tanah Datar, Sekda Hardiman dan beberapa pejabat eselon II dan III dilingkup Pemda Tanah  Datar. (TIA)

print

Leave a Reply