Era Digital Tuntut Kita Untuk Produktif

Era Digital Tuntut Kita Untuk Produktif

- in Headline, News, PADANG
0

PADANG, bakaba.net –– Kemajuan teknologi informasi telah melahirkan era ekonomi digital. Saat ini dari 7,6 milyar manusia, 4 milyar lebih terhubung dengan internet dan 3 milyar menggunakan social media.

Di Indonesia, proporsinya juga tidak jauh berbeda, setengah dari seluruh penduduk Indonesia terhubung dengan internet dan menggunakan social media.

Hal ini tentu melahirkan tantangan, dan kadang ancaman, tetapi juga peluang baru. Khususnya bagi mereka generasi muda dan produktif.

Era digital itu  sesungguhnya merupakan ladang dan sekalis etalase bagi semua sektor di masa sekarang karena dunia digital menyediakan apa yang dibutuhkan dan apa yang diinginkan orang banyak.

Oleh karena itu, tentu harus ada pula cara untuk menyiapi dunia digital tersebut, sebab salah sedikit menggunakan teknologi di era digital ini bisa berakibat fatal, namun jika memasuki era digital dengan kpeintaran dan kecerdasan maka peluang juga terbuka lebar

Bagaimanapun juga, dunia digital juga menyediakan pelauang yang teramat luas dalam berusaha dan berkarya dalam semua bidang.

Dengan kata lain, era digital saat ini menuntut orang untuk produktif dalam berkarya karena ilmu dan teknologi terus berlari seiring loncatan dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Setidaknya kenyataan itulah  itulah yang tergambar dalam Webinar Gerakan Literasi Digital 2021 Kota Padang (23/7) kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual itu menggunakan  aplikasi zoom, dan berlangsung dari pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh 670 peserta, yang berasal dari pelajar, guru, ASN dan mahasiswa yang tidak hanya berasal dari Kota Padang tetapi Sumatera Barat, serta dari sejumlah daerah di Indonesia.

Webinar kali ini mengambil tema “Hidup Pintar di Tengah Dunia Digital” dan mendapat sambutan yang menggembirakan dari peserta yang rata-rata pemerhati, dan praktisi pendidikan, pemerhati budaya, dan praktisi pariwisata, serta ASN pemerintahan setempat.

Adapun yang tampil sebagai pembicara adalah Medhanita Dewi Renanti, S.Kom.,M.Kom (Dosen Sekolah Vokasi IPB), Fitria Widi Waluya (TV Presenter), Wahyu Sri Lestari, S.Pd.,M.Si. (PP IGI Bidang Kewirausahaan), Dr.(Cand.) Gusman Fahrizal, M. Kom. (Ketua PP Pemuda Muhammadiyah).

Moderator dalam iven kali ini adalah Avicenna Inovasanti, selain itu juga ada Key Opinion Leader @luluelhasbu (Owner Elhasbu Fashion, Spoke Person Wardah Beauty).

Kegiatan yang dihelat oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia ini bekerjasama dengan PT PCI ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya sampai akhir masa kerja kabinet sekarang.

Empat tema besar yang diusung dalam iven ini adalah; (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia Digital; (3) Etik Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital yang dilaksanakan di 34 provinsi, 514 kabupaten/kota sampai akhir tahun ini.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang  peserta, Sarmila bertanya kepada narasumber Medhanita Dewi Renanti, S. Kom., M. Kom., bagaimana jika WA yang sudah memasang kode dua langkah itu, apakah sudah terjamin terlindungi dari hacker/cracker?

Peserta lainnya, Angga Putra Tri Rezeki memanyakan kepada narasumber Fitria Widi Waluya tentang bagaimana dengan keamanan data di media sosial yang saat ini mengembangkan fitur monetisasi dan itu memerlukan data pribadi seperti KTP, Nomor Rekening Bank.

Sementara itu, peserta atas nama Heri Setiyono menanyakan kepada narasumber Wahyu Sri Lestari, S.Pd.,M.Si., tentang  adakah dari Kementerian Kominfo berkerjasama dengan Kemdikbud untuk membuat kurikulum informatika sehingga dari sd hingga sma diajarkan mengenai cerdas beretika menggunakan ict, mempelajari coding sebagai bahasa kedua?

Peserta lainnya, Sadrio Yosofi bertanya kepada Dr.(Cand.) Gusman Fahrizal, M.Kom.,  Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, tentang bagaimana cara menanamkan sikap cerdas bermedia sosial kepada anak, yang baru bermain media sosial dan sangat menggandrungi media sosial.

Selain itu juga ditanyakan apakah bisa seseorang dikenai Undang-undang  ITE apabiladia memainkan game yg mengandung undian uang pak?

Kegiatan Webinar Literasi Digital untuk Sumatera Barat berikutnya akan akan kembali dihelat oleh Kota Payakumbuhg, Senin (26/7) pada pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Setiap peserta yang mendaftar dan mengikuti webinar ini akan mendapatkan fasilitas berupa E- sertifikat dari Kominfo dan Voucher E-Money (***).

print

Leave a Reply