Duka Mendalam Selimuti Keluarga Korban Pemudik Yang hanyut Terbawa Arus

Duka Mendalam Selimuti Keluarga Korban Pemudik Yang hanyut Terbawa Arus

- in Feature, Headline
0

PAYAKUMBUH, bakaba.net — Peristiwa tenggelamnya kapal yang membawa pemudik dari Riau tepatnya di Desa Tanjung untuk Menuju Sumbar dengan rencana turun di Nagari Muaro Paiti masih menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Mereka tidak mengira saat momen Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya disambut dengan suka cita justru berganti duka. Keluarga korban dipaksa harus mengikhlaskan kepergian korban setelah dikabarkan hanyut terbawa derasnya arus sungai.

Meski masih diselimuti duga mendalam keluarga korban masih mengingat detik-detik menegangkan saat, kapal yang ditumpangi pemudik tenggelam dan menghanyutkan penumpangnya.

Seperti yang diceritakan alah seorang keluarga korban yang menceritakan kronologis hanyutnya tiga pemudik dari Riau menuju Sumatera Barat (Sumbar).

Pemudik sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat, awalnya berangkat bersama adik kandungnya dari daerah Duri mengendarai sepeda motor,” cerita Robi Candra, salah satu sepupu korban Nofiarisman atau Nono di Sarilamak.

Menurut cerita Robi, Nono menaiki perahu bersama adiknya, sedangkan dua korban yaitu Rajis dan Fadil yang juga bersepupu menaiki perahu lain. Tiba-tiba, perahu yang ditumpangi Nono dan adiknya terbalik dan adiknya terjatuh ke sungai.

Ditenggah kepanikan, Nano  berusaha menolong adik kandungnya dibantu dua korban lain yang mengetahui kejadian itu.

Mereka berhasil menyelamatkan adik Nono, namun saat itu salah seorang korban yang ikut menolong masih berada di dalam air,” katanya.

Nano akhirnya  kembali masuk ke dalam air dengan niat untuk menolong, namun sayang, ketiganya justru terseret arus sungai dan dinyatakan hilang sejak Rabu (12/5).

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian akhirnya menemukan ketiga korban pada tiga tempat terpisah pada Jumat (15/5) dalam keadaan meninggal dunia.

Sebelumnya, tiga orang pemudik yang dilaporkan hanyut terbawa arus pada Rabu (12/5).

Mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu dari Riau tepatnya di Desa Tanjung untuk Menuju Sumbar dengan rencana turun di Nagari Muaro Paiti.

Petugas SAR gabungan telah berjibaku sejak hari kejadian hingga Jumat (14/5) demi menemukan ketiga korban.

Upaya pencarian melibatkan SAR Pekanbaru, BPBD Pekanbaru, BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Damkar Limapuluh Kota, kepolisian, TNI, Damkar, dan lainnya. (***)

print

Leave a Reply