Berdalih Tidak PSBB, Pengunjung Dan Pedagang Di Pasar Talang Engan Patuhi Protokol Kesehatan

Berdalih Tidak PSBB, Pengunjung Dan Pedagang Di Pasar Talang Engan Patuhi Protokol Kesehatan

- in Headline, News, SOLOK
0

SOLOK, bakaba.net – Berdalih tidak dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengunjung dan pedagang pasar tradisional Talang Nagari Talang Kecamatan Gunung Talang Solok engan patuhi protokol kesehatan.

Meski pengelolah pasar tradisional itu  sudah menerapkan protokol kesehatan, faktanya pengunjung dan pedagang masih nakal tidak mengindahkan social Distansing dan phisical Distansing.

Pantauan bakaba.net Rabu (10/06) di pasar tradisional yang terletak di pinggir ruas jalan raya Solok – Padang ini, pedagang dan pengunjung tidak mematuhi protokoler kesehatan yang berlaku, seperti tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak antara pedagang satu dengan yang lainnya.

Hasil penelusuran wartawan media ini, pedagang dan pengunjung engan mematuhi protokoler kesehatan dengan dalih tidak dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga tidak perlu untuk mematuhi protokoler kesehatan yang berlaku.

Sebagian besar masyarakat berpikiran setelah berakhir PSBB maka bisa untuk melaksanakan kehidupan sehari-hari dengan normal tanpa harus mematuhi protokoler kesehatan.

Linda Salah satu pedagang Pasar Talang yang kedapatan tidak mematuhi protokoler kesehatan mengatakan saat ini tidak lagi dimasa pandemi covid-19 jadi tidak perlu untuk menggunakan masker dan jaga jarak apalagi dirinya mengaku kesulitan dalam berkomunikasi ketika harus mengunakan masker.

Sementara itu pengelolah Pasar Talang mewajibkan pengunjung dan pedagang mengunakan masker, face Shield dan sarung tangan, sementara lapak pedagang diatur dengan jarak 1,5 meter.

“Pihaknya sudah menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer, membatasi waktu kunjungan kunjungan kepasar sampai jam 14.00 WIB,” kata Edi pengelolah Pasar Talang Rabu (10/06)

Untuk tetap menjaga skema kesehatan yang ditetapkan kegiatan jual beli dilakukan diruang terbuka (tempat parkir) tambah Edi.

Menurut Edi sangat sulit untuk menetapkan protokoler kesehatan di pasar tradisional karena sebagian besar dari masyarakat telah mengetahui tentang protokoler kesehatan yang berlaku selama new normal, akan tetapi sangat sulit mengimplementasikan protokoler tersebut.

“Masyarakat cuman tau harus memakai masker ketika hendak berjualan atau berbelanja di pasar tanpa mengetahui apa manfaat dari menggunakan masker,” kata Edi

Hal ini tentu saja disebabkan masyarakat kurang edukasi tentang tatanan kehidupan baru atau new normal. Kebanyakan dari masyarakat belum mengetahui tentang protokoler kesehatan yang berlaku dalam menetapkan new normal.

“Sebenarnya sangat diperlukan tindakan mengedukasi masyarakat dalam menghadapi new normal. Tindakan atau kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh untk dilakukan dalam keadaan new normal pada saat sekarang ini,” kata Edi.

Bahkan sebut Edi pemerintah setempat tetap mengkomunikasikan dan meminta kerja sama dari seluruh eleman masyarakat untuk mematuhi protokoler kesehatan dalam menjalankan tatanan hidup baru (new normal).

Untuk mengembalikan kondisi yang benar-benar terbebas dari covid-19 dibutuhkan kerjasama dari seluruh eleman masyarakat dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan. (PUTRI)

Leave a Reply