Bahasa yang Benar Jadi Etika Berbahasa di Ruang Digital

Bahasa yang Benar Jadi Etika Berbahasa di Ruang Digital

- in Headline, News, SOLOK
0

SOLOK, bakaba.net – Bahasa yang baik dan benar menjadi kunci dalam mengedepankan etika berbahasa pada era digital.

Terkait penggunaan bahasa di ruang digital, etika bahasa menjadi satu kaidah normatif yang tidak bisa diabaikan, penggunaan bahasa dan menjadi pedoman umum, di dalamnya ada kompetensi lisan dan tulisan.

Bahasa yang baik dan benar di ruang digital menjadi penting untuk para content creator maupun pengguna ruang digital lainnya.

Memang era digital menyediakan segalanya karena dunia ada di ujung jari, artinya semuanya bisa dilakukan dengan sentuhan jari dan dalam waktu yang singkat.

Suka atau tidak suka, mau tidak mau, kehidupan dunia digital membuat hampir semua orang terhubung dengan dunia dalam jaringan (Daring), akibatnya siapa saja bisa masuk dan menggunakan ruang digital, hanya saja selama ini seringkali orang lupa bahwa di ruang digital rekam jejak tidak bisa dihapuskan.

Meski demikian tidak sedikit orang masih sembarangan di dunia digital, termasuk dalam melepas konten dan memberi komentar, mereka lupa rekam jejak digital mereka itu bisa membuatnya berurusan dengan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik.

Begitulah setidaknya yang tergambar dalam Webinar Gerakan Literasi Digital 2021 Kota Solok, Selasa (3/8).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual itu menggunakan  aplikasi zoom, dan berlangsung dari pukul 09.00-12.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh 1112 peserta, yang berasal dari pelajar, guru, ASN dan mahasiswa yang tidak hanya berasal dari Kota Solok tetapi Sumatera Barat, serta dari sejumlah daerah di Indonesia.

Webinar kali ini mengambil tema “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital” dan mendapat sambutan yang menggembirakan dari peserta yang rata-rata pemerhati, dan praktisi pendidikan, pemerhati budaya, serta ASN setempat.

Adapun yang tampil sebagai pembicara adalah: Masrizal Umar, ST. (Chief Marketing Officer PT. Spirit Inti Abadi), Inna Dinovita , S.TP. (Dosen dan CEO Soesha Cantika Indonedia), Dr. Yulia Sria Hartati, S.S., M. Pd., Dosen STKIP PGRI Sumbar, dan Ujang Sayuti, M. Pd., Kepala SMAN 2 Kota Solok, Sumbar.

Moderator dalam iven kali ini adalah Muhammad Reza Fakhrezi, selain itu juga ada Key Opinion Leader  @aaquina (public speaker, content creator, & enterpreneur).

Kegiatan yang dihelat oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia bekerjasama dengan PT PCI ini mengusung empat tema besar yakni; (1) Budaya Bermedia Digital; (2) Aman Bermedia Digital; (3) Etik Bermedia Digital; dan (4) Cakap Bermedia Digital yang dilaksanakan di 34 provinsi, 514 kabupaten/kota sampai akhir tahun ini.

Salah seorang peserta, Desi Armilius menyatakan kegiatan webinar ini sangat bermanfaat karena banyak ilmu dan pengetahuan baru yang diperoleh peserta terutama yang menyangkut aturan dalam dunia digital.

Perserta Rafles Eko Putra, menanyakan kepada narasumber Mazrizal Umar tentang bagaimana cara memblok konten-konten yang tidak pantas dimedia sosial facebook yang berupa iklan-iklan tidak pantas dan game-game yang bisa merusak generasi muda terutama para pelajar,  sehingga membuat mereka dewasa sebelum waktunya.

Peserta lainnya, Umniyati Mardhiyah menanyakan kepada narasumber Inna Dinovita, apakah jejak digital ini tidak bisa dihilangkan bila kita sudah tidak menggunakan aplikasi terkait?

Sementara peserta Herlina Apriliyani  menanyakan kepada narasumber Ujang Sayuti tentang  bagaimana cara pemerintah mengupayakan literasi digital di daerah pedesaan yang susah jaringan, khawatir anak-anak  malah tambah stres karna jaringan tidak stabil sedangkan tugas pelajaran yang di berikan cukup banyak.

Peserta lainnya, Nofi Fitri Ani bertanya kepada narasumber  Yulia Sri Hartati, Pertan tentang bagaiaman seharusnya peran orang tua dalam literasi digital, bagaimana cara yang tepat bagi orang tua untuk membimbing  anak yang sedang belajar dalam penggunaan teknologi, agar tidak ada penyalahgunaan teknolgi yg sangat canggih sekarang?

Kegiatan Webinar Literasi Digital untuk Sumatera Barat berikutnya akan akan kembali dihelat oleh Kota Padang, Rabu (4/8) pagi 09-12.00 WIB.

Setiap peserta yang mendaftar dan mengikuti webinar ini akan mendapatkan fasilitas berupa E- sertifikat dari Kominfo dan Voucher E-Money (***).

print

Leave a Reply