Apa Asesmen Pejabat Administrator Tanah Datar Hanya Sekedar Formalitas?

Apa Asesmen Pejabat Administrator Tanah Datar Hanya Sekedar Formalitas?

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

TANAH DATAR, bakaba.net –– Sebelum pelantikan kabinet Era Baru Jum’at (16/09) lalu, Pemkab Tanah Datar sudah melakukan asesmen bagi 110 pejabat administrator.

Asesmen yang dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2021 itu terkesan hanya sebuah formalitas belaka, pasalnya hasil asesmen itu tidak dibagikan kepada peserta asesmen yang merupakan pejabat administrator di Pemkab setempat.

Berdasarkan hasil investigasi bakaba.net, peserta asesmen mengaku tidak pernah melihat hasil psikotest Yang sudah mereka ikuti.

Tetapi peserta hanya mendengar hasil asesmen yang dibacakan lansung oleh Bupati Eka Putra secara personal.

Pengakuan peserta asesmen kepada media ini, memang tidak melihat hasil asesmen, tetapi bupati memanggil setiap pejabat administrator lalu bupati membacakan hasilnya.

“Tapi kurang tau juga apakah yang disebutkan benar nilai saya atau bukan, karena tidak pernah diperlihatkan secara utuh,” ujar salah seorang peserta asesmen.

Asesmen untuk pejabat administrator ini ternyata sudah berlansung sejak belasan tahun yang lalu, bedanya hasil asesmen di Era Baru, tidak dapat diakses peserta, sementara asesmen sebelumnya langsung dibagikan pada para peserta.

“Saya masih simpan hasil asesmen yang pernah saya ikuti,” ujar pensiunan ASN Tanah Datar yang kini beraktifitas sebagai konsultan itu.

ASN yang sudah pensiun ini pernah menjabat berbagai jabatan strategis mulai dari mantan bupati Masriadi Martunus, Shadiq Pasadigoe dan Irdinansyah Tarmizi.

Ia mengakui, dari asesmen yang dibagikan lansung ke masing-masing peserta itu akan diketahui potensi dan kekurangan yang ia miliki.

Hasil itu sebutnya menjadi pertimbangan bagi kepala daerah untuk menempatkan pejabat sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Tanggapan Asesmen Yang Tidak Dibagikan

Ia merasa sangat heran, saat mengetahui hasil asesmen pejabat administrator dilingkup Pemkab Tanah Datar tidak dibagikan.

Selanjutnya seorang tokoh masyarakat dan juga pensiunan ASN salah satu Kementerian menekankan penempatan seseorang tidak bisa berdasarkan hasil asesmen SAJA yg menjadi patokan, tetapi jenjang karier selama ini , catatan inspektorat /Kepegawaian juga menjadi pedoman Pimpinanan dlm menenpatkan seseorang.

Memang sebutnya,  tidak ada ketentuan hasil  Asesmen harus dibagi kan kepada yang bersangkutan oleh Pimpinan, karena diduga pemimpin ada kepentingan dan rahasia jabatan, contoh  hasil Asesmen seseorang tidak bagus , tapi pimpinan kenal dengan yang  bersangkutan bisa lansung dia tau atau dapat informasi yang bisa dia percaya sehingga yg hasil Assesmennya bagus tidak jadi dipromosikan atau tetap pada jabatan tersebut karena data-data yanh dimiliki pimpinan.

Ia juga menyampaikan hasil asesmen  saat Tanah Datar dipimpin bupati dua periode M. Shadiq Pasadigoe, hasil asesmen dibagikan kepada semua yagh ikut assesmen.

Bahkan hasil asesmen dibagikan di aula kantor bupati waktu itu di jelaskan lansung apa tujuan Asesmen dan tujuan di bagikan hasil asesmen kepada mereka serta  disampaikan tujuan pelaksanaan asesmen, disamping itu juga agar mereka tau potret diri nya secara akademis untuk dapat dia perbaiki.

Bagi yang kurang puas dengan hasil asesmen bupati membuka ruang untuk dapat menanyakan langsung kepada bupati yang lansung hadir pada saat itu, dan bisa juga menghadap 4 mata untuk mendiskusikan hasil asesmennya tujuannya dari bupati adalah pembinaan kepada mereka.

ASN dan pegawai Honor serta seluruh jajaran Pemkab Tanah Datar merupakan tulang punggung pelaksana pembangunan , untuk itu mutasi dan rotasi jangan sampai timbul keresahan dampak mutasi yg sifatnya reguler atau setelah pemilihan kepala daerah.

Pasalnya kepala daerah, harus menciptakan suasana yang tentram dan harmonis dan berkeadilan di kalangan Asn untuk  menyelesaikan tugas-tugas yang diembannya, bila  sudah tercipta suasana Harmonis  , tentram dan berkeadilan, pimpinan tinggal mengarahkan dan memberikan semagat kepada ASN untuk  bekerja masimal.

Pelaksanaan Asesmen

Asesmen bagi pejabat administrator dilingkup Pemkab Tanah Datar itu digelar selama dua hari, untuk melihat potensi sumber daya manusia.

Kegiatan asesmen itu sendiri bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Negeri Padang melalui psikotest berlangsung selama 2 hari, hari pertama tes tertulis dan hari kedua tes wawancara secara virtual.

Para peserta diukur dalam beberapa hal kemampuan, yakni kemampuan mengelola tugas, kemampuan mengelola diri sendiri/orang lain serta kemampuan pengembangan diri/orang lain dan hasil akan memberikan hasilnya secara individual. (TIA)

print

Leave a Reply