Tanah Datar, bakaba.net – Di tengah kualitas udara Batusangkar yang masih berada pada kategori tidak sehat dengan AQI 158, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus mengingatkan masyarakat untuk tidak memperburuk kondisi dengan melakukan pembakaran.
Kadis Kominfo Tanah Datar Dedi Tri Widono, Kamis (17/09) mengimbau masyarakat, kelompok tani dan pelaku usaha untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan Karhutla.
Pemkab Tanah Datar menghimbau agar masyarakat waspada Karhutla, jangan bakar lahan, jangan bakar jerami usai panen.
“Masyarakat, kelompok tani, dan pelaku usaha, mari cegah kebakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jangan bakar jerami setelah panen,” imbau Dedi Tri Widono.
Ia menekankan empat langkah pencegahan. Pertama, jangan membakar lahan. Kedua, jangan membakar jerami. Ketiga, awasi sumber api. Keempat, laporkan jika terjadi kebakaran.
Hal ini sambungnya sejalan dengan kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Tanah Datar akibat kiriman asap Karhutla dari daerah lain. Pada Rabu 17 September 2026 pukul 07.00 WIB, AQI Batusangkar tercatat 158 AQI US kategori tidak sehat dengan polutan utama PM2.5 kadar 66,1 mikrogram per meter kubik.
Sebelumnya Bupati Tanah Datar Eka Putra juga telah mengingatkan agar masyarakat tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan karena dapat memperparah kualitas udara yang saat ini sudah berdampak pada kesehatan, pendidikan dan aktivitas masyarakat.
Pemkab Tanah Datar meminta masyarakat berperan aktif melapor jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan dan jerami di lingkungan masing-masing. (***)