Tanah Datar, bakaba.net – Momentum Orientasi Mahasiswa Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin istimewa dengan pelantikan Ikatan Alumni Doktor Studi Islam atau IKADSI oleh Direktur Pascasarjana, Sabtu (05/09).
Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara Pascasarjana dan para alumni. Selain mempererat silaturahmi, IKADSI juga diarahkan untuk membangun jejaring akademik yang fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan berbasis keilmuan.
Pengurus IKADSI yang dilantik adalah Dr. Desmita, M.Si. sebagai Ketua, Dr. Safril Gazali, M.Si. sebagai Sekretaris, dan Dr. Yustiloviani, M.Ag. sebagai Bendahara.
Budaya literasi dan penerbitan buku ontologi
Dalam kiprahnya, IKADSI telah menunjukkan komitmen membangun budaya literasi dan dokumentasi pengalaman akademik para alumni. Salah satu capaian nyata adalah penerbitan buku ontologi ber-ISBN yang mengangkat pengalaman dan perjuangan para alumni dalam menggapai gelar doktor.
Buku tersebut menjadi dokumentasi perjalanan intelektual sekaligus inspirasi bagi generasi berikutnya, khususnya mahasiswa Pascasarjana.
IKADSI juga menyiapkan agenda akademik lanjutan berupa penerbitan buku chapter, buku monograf, serta artikel ilmiah. Hal ini diharapkan memperluas kontribusi alumni dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Dengan demikian, alumni Doktor Studi Islam tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Pascasarjana, tetapi juga diharapkan terus hadir sebagai produsen pengetahuan yang aktif menghasilkan karya akademik dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Gagas “Kampung IKADSI” sebagai hilirisasi ilmu
Salah satu gagasan strategis IKADSI adalah pembentukan “Kampung IKADSI”, program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan kompetensi masing-masing alumni.
Melalui program ini, alumni diharapkan dapat membawa ilmu dari ruang akademik ke tengah masyarakat. Kontribusi bisa mencakup bidang pendidikan, keagamaan, manajemen, ekonomi, hukum, pemberdayaan masyarakat, dan bidang keilmuan lainnya.
Kampung IKADSI diarahkan menjadi ruang nyata hilirisasi ilmu pengetahuan, yaitu menjembatani hasil pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.
Gagasan ini sejalan dengan pesan Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar agar perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata dan membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat.
Melalui sinergi Pascasarjana, IKADSI
mahasiswa, dan masyarakat, diharapkan lahir program kolaboratif yang tidak hanya menghasilkan karya akademik, tetapi juga berdampak sosial nyata dan berkelanjutan.
Dari gelar akademik ke pengabdian
Kehadiran IKADSI memperlihatkan bahwa gelar doktor bukan akhir perjalanan akademik. Gelar tersebut justru menjadi tanggung jawab moral untuk terus belajar, berkarya, berbagi pengetahuan, dan memberi manfaat lebih luas.
Buku ontologi, buku chapter, monograf, artikel ilmiah, serta gagasan Kampung IKADSI menjadi wujud upaya alumni menerjemahkan keilmuan menjadi karya dan karya menjadi kebermanfaatan.
Dengan semangat itu, IKADSI diharapkan menjadi kekuatan strategis Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam membangun jejaring akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Dari perjuangan meraih gelar doktor, lahir karya. Dari karya, lahir pengabdian. Dan dari pengabdian, lahir kemaslahatan bagi masyarakat.” (***)