Tanah Datar, bakaba.net – Heboh soal penolakan warga? Bupati Tanah Datar Eka Putra meluruskan.
Masyarakat Nagari Simawang disebutnya justru mendukung penuh pembangunan markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan Yonif TP 951/Pandeka Marapi.
Hal itu ditegaskan Eka Putra saat meninjau lokasi bareng Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, Selasa 30/6/2026. Lokasinya ada di Nagari Simawang, Tanah Datar, dan Nagari Bukik Kanduang, Solok.
*Bukan Tolak Batalyon, Tapi Selamatkan Lahan Warga*
Eka Putra bilang, yang jadi persoalan bukan batalyonnya. Tapi ada lahan warga Simawang yang masuk ke area yang diserahkan Bukik Kanduang.
“Saya dapat laporan dari masyarakat Simawang, lahan mereka ikut diserahkan Bukik Kanduang. Makanya kami layangkan surat keberatan ke Pemkab Solok. Yang kami protes bukan batalyonnya, tapi lahan warga,” tegas Eka Putra di lokasi.
Untuk itu, Pemkab langsung turun. Bersama Kerapatan Adat Nagari KAN Simawang dan ninik mamak, mereka bikin peta baru. Tujuannya satu: menggeser titik koordinat.
“Supaya lahan yang sudah digarap warga sejak 1960-an tidak ikut masuk,” katanya.
Hasil pengecekan pakai peta satelit memang menunjukkan ada titik lahan garapan warga di sana. Peta itu sudah diserahkan ke Camat dan Kabag Pemerintahan Solok.
*Tunggu Keputusan Kemendagri*
Soal batas wilayah Simawang vs Bukik Kanduang, belum ada titik terang. Kemendagri disebut belum keluarkan keputusan.
Pemerintah pusat sudah minta Gubernur Sumbar jadi fasilitator. Rapatnya dijadwalkan Senin depan di Padang.
“Tim Kemendagri juga sudah turun ke lapangan verifikasi data. Tinggal tunggu hasil rapat kedua pihak,” ujar Eka.
*KAN Simawang: Sudah Clear*
Ketua KAN Simawang M. Nur Dt. Rajo Tianso memastikan dari sisi Simawang, urusan lahan sudah beres.
“Kami sudah sampaikan hasil survei ke Pak Bupati. Mudah-mudahan tidak ada lagi keberatan,” ujarnya.
Dia menambahkan, KAN akan rapat internal lagi dengan seluruh ninik mamak. Tujuannya menyamakan pemahaman soal batas dengan Bukik Kanduang.
“Selama ini belum semua ninik mamak ikut bahas. Setelah ini kita rapikan lagi,” tutupnya. (***)