Wisata Tanah Datar Bagaikan Gadis Perawan Yang Sedang Bersolek

Wisata Tanah Datar Bagaikan Gadis Perawan Yang Sedang Bersolek

- in Headline, KABA WISATA
871
0

Oleh : Destia Sastra

Batusangkar, Bakaba–Keindahan wisata Tanah Datar sangat komplek dan esotik. Mulai dari wisata budaya, keindahan alam maupun tinggalan sejarah yang slalu menjadi objek menarik untuk diabadikan dalam karya fhotografi.

Wisata di Tanah Datar bak gadis perawan yang sedang bersolek, hal ini akan mendatangkan kerinduan untuk berkunjung lagi ke daerah yang banyak mempunyai spot-spot untuk di abadikan dalam sebuah fhoto.

Di Tanah Datar banyak terdapat wisata-wisata budaya yang selalu diburu oleh para fhotografer Nasional maupun Internasional, seperti pacu jawi yang sudah go Internasional, arakan jambah terbanyak, makan bajambah, atraksi seni dan budaya serta ditunjang oleh ke elokan daerahnya yang begitu mempesona.

Maka tidaklah mengherankan bila Tanah Datar selalu menjadi objek berburu fhoto bagi para fhotografer. Seperti hari ini 12 orang fhotografer yang berasal dari Sumbar dan Jakarta melakukan fun trip dua hari satu malam di Luhak Nan Tuo. Selama berada di pusat kebudayaan Minangkabau tersebut para fhotografer akan berburu fhoto pariwisata alam dan budaya.

Keberangkatan dua belas fhotografer Sumbar dan Jakarta dalam berburu fhoto lansung dilepas oleh Edi Susanto Kadinas Pariwisata, dan Olahraga Tanah Datar dari Benteng Vander Capellen Batusangkar Sabtu 16/12.

Para pemburu fhoto ini setelah dilepas Kadinas lansung menuju Panorama Tabek Patah di Kecamatan Salimpaung. Untuk Panoramah Tabek Patah dari Batusangkar hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Untuk mencapai ke panorama dapat mengunakan mobil serta motor.

Para pemburu fhoto sesampai di objek wisata panorama alam Tabek Patah sibuk membidik spot-spot yang menarik. Panoramah yang terdapat dipinggir jalan raya Batusangkar – Bukitinggi ini sangat indah dan sejuk karena dikelilingi oleh perbukitan dan hutan pinus yang masih terjaga.

Dalam bahasa Minang tabek merupakan kolom sementara kata patah berarti terbagi menjadi dua bagian, bagian utara bernama talago pakis dan selatan aia taganang.
Objek wisata panorama Tabek Patah selalu ramai ketika saat liburan baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara.

Selanjutnya para pemburu fhoto ini beranjak ke arena pacu jawi yang terdapat di Nagari Padang Laweh Kecamatan Sei Tarab.

Pacu Jawi tumbuh dan berkembang menjadi atraksi yang unik dalam kehidupan masyarakat di Tanah Datar. Atraksi Sudah ada sebelum zaman penjajahan dan masih di era kerajaan Pagaruyuang. Namun, tetapi sangat disayangkan ada catatan sejarah yang mengulas secara lebih detail mengenai hal ini.

Pacu Jawi di Tanah Datar dilaksanakan di hamparan sawah yang baru di panen arena pacu jawi itu sendiri digenangi air sehingga percikan lumpur tidak hanya mengenai jakinya tetapi juga para penonton yang berada disekeliling arena. Serunya menonton pacu jawi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Ada sensasi yang tidak yang dapat memacu adrenalin ketika kita menyaksikan Pacu Jawi ini. Apalagi bagi para fhotografer yang berdiri diposisi finish.

Para fhotografer yang berbaris di garis finis tidak hanya dapat Dari sini bisa melihat cipratan lumpur menggumpal dan bertebarangan ke segala arah menjadi atraksi yang menarik. Begitu juga teriakan si joki dan tawa pengunjung yang turut memeriahkan pelaksanaan tradisi ini.Tetapi para pemburu fhoto ini harus tetap meningkatkan kewaspadaan ketika ada jawi yang berlari ke arah mereka.

Hal inilah mungkin sensasi yang membuat rindu fhotografer, kurang sigap sedikit saja, maka siap-siap diseruduk jawi minimalnya minimalnya terkena lumpur.
Belum banyak yang tahu ternyata atraksi Pacu Jawi ini sarat akan nilai-nilai budaya yang hidup dan tumbuh ditengah-tengah masyarakat.

Pacu Jawi tidak hanya dilaksanakan sebagai permainan anak nagari tetapi juga berkembang menjadi olahraga.
Hal ini sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai warisan budaya yang telah hadir di tengah-tengah masyakarkat.

print

Leave a Reply