Peringkat Sumbar Terjun Bebas Dalam MTQ Nasional, Akhirnya Sumbar Lakukan Ini

Peringkat Sumbar Terjun Bebas Dalam MTQ Nasional, Akhirnya Sumbar Lakukan Ini

- in BUKITTINGGI, Headline
213
0

Bukittinggi, bakaba – Peringkat Sumbar terjun bebas dalam pelaksanaan MTQ Nasional ke 27 di Medan Sumatera Utara. Untuk itu Sumbar harus lakukan evaluasi mencari kelemahan dan kekurangan, sehingga kita bisa melihat dan mencari solusi masalahnya.

“Peringkat Sumbar Terjun Bebas ” dari rangking 7 ke rangking 14 nasional” kata Wagub Nasrul Abit di Bukittinggi Jum’at (23/11).

Nasrul Abit sebut, hal itu menjadi tugas berat kita, pasalnya Sumbar tahun 2020, menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke 28, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses pelayanan dan sukses administrasi pelaporan menjadi harga diri pemerintahan dan masyarakat Sumatera Barat.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, dalam rangka meningkatkan kualitas MTQ di Sumatra Barat dan persiapan MTQ Nasional tahun 2020 dilakukan kegiatan pembinaan dan pengembangan MTQ Se-Sumatera Barat dengan dilakukan seleksi terhadap Dewan Hakim Yang Profesional dan Proposional.

Kegiatan sangat penting agar dewan hakim memiliki pemahaman dan standar yang sama dalam melakukan penilaian.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan pembinaan dan pengembangan ini dan semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar”, harapnya.

Wagub Nasrul Abit juga meminta dalam memilih Qori dan Qoriah kafilah Sumbar yang handal nantinya agar para Dewan Hakim memilih dengan objektif karena pemilihan ini sangat berkaitan dengan persiapan kafillah Sumatera Barat selaku tuan rumah MTQ Nasional ke 28 tahun 2020.

Untuk persiapan semua itu perlu dilakukan evaluasi yang untuk menentukan Qori dan Qoriah terbaik yang tampil MTQ Nasional. Dalam menyiap qori dan qoriah selain pemilihan secara objektif, juga dipersiapkan juga cadangan pendamping, sebagai melihat stabilitas mana yang terbaik nantinya.

“Jika mengungkap kata, evaluasi ini mengingatkan saya kepada pesan Wakil Presiden Yusuf Kala saat peresmian Masjid Baiturrahman yang mengatakan ‘dahulu dari 10 ustad 7 berasal dari Minang dan 7 dari luar tetapi sekarang sebaliknya 7 dari luar dan 3 dari Minang termasuk Ustad Maulana’ dan itu semua perlu kita ambil pelajarannya,” ujarnya.

Kepala Biro Bintal yang diwaliki Kabag Bintal Karimis, SH.MM, dalam kesempatan itu menyampaikan kegiatan pembinaan dan seleksi dewan hakim ini dilakukan untuk mencari dewan hakim yang handal dan profesional nantinya.

Kita tidak bisa lepas dari keberhasilan kafilah MTQ Nasional tidak terlepas dari kebeehasilan dewan juri menetapkan juara sekaligus pilihan untuk qori dan qoriah kafilah Sumbar, ujarnya. (TIA)

print

Leave a Reply