Pasca OTT, Ruang Kerja Kadis Koperindag Tanah Datar Masih Disegel

Pasca OTT, Ruang Kerja Kadis Koperindag Tanah Datar Masih Disegel

- in Headline, News, TANAH DATAR
1028
0

Batusangkar, bakaba.net – Pasca-operasi tangkap tangan (OTT), kantor Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Tanah Datar, disegel oleh Sat. Reskrim Polres Tanah Datar  Selasa (24/09). Dalam OTT tersebut petugas mengamankan dua tersangka dengan inisial MW dan SY berserta Barang Bukti sebesar Rp. 20 juta rupiah.

Tiga hari pasca OTT pantauan bakaba.net Jum’at (27/09) kantor Koperindag Tanah Datar yang terletak dipinggir jalan Batusangkar Lintau ini terlihat sepi, setelah penyidik KPK melakukan OTT terkait pembangungan Pasar Rakyat Pasar Koto Baru di Koto Baru Kecamatan X Koto Tanah Datar

Penyidik Sat. Reskrim Polres Tanah Datar hanya menyegel ruang Kadis Koperindag atau tempat kejadian perkara, sementara ruang lain seperti, ruangan sekretaris, ruang Kabid Koperasi,  Perindustrian, Perdagangan, dan ruangan bendahara tidak disegel perugas.

Meski terlihat sepi sejumlah staf pun terlihat melakukan aktifitas kerja seperti biasanya.

Hingga saat ini penyidik Polres Tanah Datar masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka dan saksi R Kabid Perdagangan di Kantor Koperindag.

Kasat Reskrim Polres  Tanah Datar AKP Purwanto Sabtu (27/09) mengatakan,  penyidik telah memanggil saksi-saksi terkait OTT, tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan, penyidik akan memanggil yang terlibat dalam pembangunan revitalisasi pasar Koto Baru.

Sebelumnya Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tanah Datar ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satreskrim Polres Tanah Datar bersama seorang rekanan proyek pengerjaan Pasar Koto Baru inisial SY, Selasa (24/09). Dalam OTT, polisi mengamankan uang tunai senilai Rp 20 juta.

Kepala Dinas Koperindag dengan inisial MW ditangkap diruang kerjanya sesaat setelah menerima uang dari Syafrizal, kontraktor proyek pembangunan Pasar Koto Baru, Kecamatan X Koto.

Pasar rakyat yang dikenal nama pasar Koto Baru ini, akan dibangun diatas tanah seluas 8000 m2. Hingga finishing, pasar tersebut akan menghabiskan dana negara sebesar 27 miliar lebih. (TIA)

print

Leave a Reply