Gelar Lomba New Normal, Mendagri Dorong Sumbar Berinovasi

Gelar Lomba New Normal, Mendagri Dorong Sumbar Berinovasi

- in Headline, News, SUMBAR
181
0

PADANG, bakaba.net – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong daerah membuat inovasi kebijakan untuk melaksanakan tatanan normal baru.

Inovasi kebijakan itu tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lomba inovasi sebut Tito Karnavian dibagi  4 kategori wilayah yakni provinsi, kota, kabupaten zona hijau dan kabupaten zona merah.

Lomba inovasi itu disampaikan Tito saat melakukan Vidio Conference didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno Jum’at (29/05).

Dalam video conference tersebut, Mendagri RI, M.Tito Karnavian menjelaskan bahwa upaya mengatasi penyebaran covid-19 ini tidak akan bisa dalam waktu pendek.

Masyarakat Indonesia sebut Tito hendaknya segera melakukan penyesuaian terhadap tatanan normal baru yang produktif namun aman dari penyebaran Covid-19.

“Saya mendorong agar daerah berlomba-lomba membuat inovasi kebijakan daerah untuk melaksanakan tatanan normal baru namun aman dari Covid-19 dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Lomba inovasi ini ada 4 kategori wilayah yakni provinsi, kota, kabupaten zona hijau dan kabupaten zona merah”.Ucapnya.

Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa segera beraktivitas dengan tatanan baru namun aman dari corona dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Semua daerah saya harap produktif tapi patuh pada protokol kesehatan yang ada.

Dalam kesempatan ini Mendagri mengatakan kegiatan ini tidak lepas dari partisipasi dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati telah berbaik hati menyiapkan hadiah berupa uang yang berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) dengan total sebesar 164 milyar.

Dana Insentif Ini akan dipergunakan untuk 3 (tiga) pemenang terbaik, Juara 1 mendapatkan dana 3 milyar, juara 2 mendapatkan dana 2 milyar dan juara 3 mendapatkan dana 1 milyar. Masing-masing kategori wilayah kami bagi lagi menjadi 7 kategori lomba. Silakan daerah berlomba-lomba membuat inovasi yang dibuktikan dengan video maksimal 2 menit.

Aspek dan bobot penilaian seperti sesuai dengan protokol covid-19 dengan bobot penilaian 40% (persen) mudah dilaksanakan oleh masyarakat dan ditiru oleh daerah lain dengan bobot penilaian 30% (persen), memiliki kebaruan dan kreativitas yang kuat dengan bobot penilaian 20% (persen) serta ada unsur kerjasama dan kolaborasi dengan bobot penilaian 10% (persen).

Penilaian akan dilaksanakan 9-12 Juni 2020 dan pengumuman pemenang pada 15 Juni 2020.

Dan selanjutnya ada 3 (tiga) tahapan penilaian untuk dijadikan panutan, yang pertama Jejaringan sosialisasi, pengumpulan data inovasi Daerah (pelaporan secara elektronik).

Kedua pengukuran indeks menganalisis variabel dan indikator indeks inovasi daerah secara digitalisasi.

Ketiga prestasi kepala daerah mempresentasikan inovasi daerah untuk dinilai oleh tim penilai K/L. Dan yang keempat Validasi lapangan, tinjauan lapangan atau Pemeritah Daerah membuktikan data dukungan yang valid berdasarkan hasil presentasi.

Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati menjelaskan sangat mendukung program Menteri Dalam Negeri yang akan melaksanakan lomba inovasi kebijakan daerah dalam melaksanakan tatanan normal baru oleh daerah.

“Selain menyiapkan Dana Insentif Daerah untuk hadiah pemenang. Kami juga menyiapkan DID tambahan untuk mendukung pemerintah daerah mengatasi Covid-19 sebesar 5 Triliun. Kami juga membuka kemungkinan memberikan pinjaman kepada daerah yang tidak memiliki dana tetapi memiliki program yang baik untuk memulihkan ekonomi nasional. DID kami arahkan untuk mengurangi penyebaran Covid-19, mendukung daerah yang masih zona hijau untuk tetap bertahan di zona hijau, dan yang masuk zona merah untuk berjuang menuju zona hijau,” kata Sri Mulyani.

Sementara Gubernur Sumatera Barat, usai mengikuti video conference langsung mendiskusikan bersama, Kabid ICC BPBD Rumainur, Kepala Balitbang Reti Wafda, Sekretaris Balitbang Sunyati, Kadis Kominfo Jasma Rizal, Kepala Bapeda Hansastri, dan Plt Biro Humas Zardi Syahrir, sambil menyiapkan ide dan gagasan untuk mengikuti lomba ini agar dapat mengikuti, sesuai dengan arahan pemerintah pusat untuk “New Normal”. (FADHIL)

print

Leave a Reply