Antisipasi COVID-19, Irwan Prayitno Izinkan Sekolah Libur

Antisipasi COVID-19, Irwan Prayitno Izinkan Sekolah Libur

- in Headline, News, SUMBAR
1674
0

PADANG, bakaba.net — Dalam langkah antisipasi penyebaran corona virus (COVID-19), Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno memberikan wewenang bupati dan wali kota di provinsi untuk mengambil kebijakan “meliburkan” siswa.

Meski sebelumnya Senin (16/03) dalam rapat koordinasi dengan bupati dan walikota diputuskan belum meliburkan siswa, pasalnya belum ditemukan virus carona didaerah tersebut.

“Silahkan bupati dan wali kota mengambil kebijakan yang proporsional, termasuk meliburkan siswa jika benar-benar dinilai perlu,” katanya di Padang, Rabu (18/03).

Meski siswa diliburkan sebut Irwan Prayitno, para siswa tetap belajar secara kontinyu setiap harinya di rumah masing-masing.

“Guru memberikan bahan ajar untuk para siswa, sehingga siswa tetap belajar meski tidak datang kesekolah,” katanya.

Proses belajar juga dapat dengan cara daring khususnya bagi yang memiliki akses untuk belajar dengan sistim tersebut.

Irwan menyebutkan wali kota dan bupati adalah yang paling tahu kondisi daerah masing-masing, karena itu keputusan untuk meliburkan siswa atau tidak diserahkan pada masing-masing kepala daerah.

“Untuk SMA/SMK yang menjadi kewenangan provinsi, akan mengikuti kebijakan bupati dan wali kota di daerahnya. Kalau libur, siswa SMA/SMK juga libur,” katanya.

Namun ia mengatakan ada beberapa pengecualian yang harus menjadi pertimbangan yaitu untuk siswa yang melaksanakan ujian.

“Khusus untuk yang ujian, harus tetap masuk sekolah. Ujian di sekolah,” katanya.

Keputusan gubernur itu diambil setelah Wali Kota Bukittinggi mengambil kebijakan meliburkan siswa karena khawatir penyebaran virus corona dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berinteraksi dengan masyarakat.

Kabupaten Padang Pariaman rencananya juga mengambil kebijakan yang sama untuk meliburkan siswa sementara.

Sementara itu dari 16 orang suspect corona yang telah diambil spesimennya, saat ini 4 telah keluar hasilnya negatif. Termasuk pasien dari Pesisir Selatan yang meninggal di M.Djamil.

Sebanyak 12 spesimen lagi masih menunggu hasil laboratorium di Kemenkes, termasuk pasien dari Kerinci yang meninggal di M.Djamil. (TIA)

print

Leave a Reply