Pacu Bugih, Tradisi Minangkabau Tempo Dulu

Pacu Bugih, Tradisi Minangkabau Tempo Dulu

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

Tanah Datar, bakaba.net  – Pacu Bugih adalah salah satu kekayaan budaya Minangkabau yang unik dan menarik.

Dengan sistem penilaian yang khas dan nilai-nilai tradisi yang melekat, Pacu Bugih bukan hanya sekadar perlombaan kuda, tetapi juga simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Minangkabau.

Meskipun terkesan kurang mendapat perhatian dan atensi dari penonton dan menjadi perlombaan pembuka bagi event pacu kuda, sebenarnya Pacu Bugih telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari event itu dan memiliki makna tersendiri.

Berbeda dengan Pacu Kuda, Pacu Bugih memiliki kriteria tersendiri yang bisa dikatakan unik dan khas. Yang menjadi penilaian bukan sekedar siapa tercepat yang mencapai garis finish, namun cara kuda itu berlari, bahkan berpacu sesama bugih bisa mengurangi nilai.

Zaman dahulu khususnya di Minangkabau, Pacu Bugih sudah menjadi hiburan bagi bangsawan dan raja-raja, bahkan menjadi salah satu sarana untuk mencari menantu bagi penguasa lokal. Dan seiring waktu Pacu Bugih sudah menjadi bagian event pacu kuda di Sumatera Barat.

Dalam Pacu Bugih saat ini, seperti disampaikan sebelumnya, yang menarik adalah sistem penilaiannya, dimana pemenangnya dinilai berdasarkan cara kuda berlari. Kuda yang menunjukkan kelincahan, kecepatan, dan kestabilan dalam berlari akan mendapatkan nilai lebih tinggi.

Para juri juga memperhatikan teknik berkuda yang digunakan oleh para joki, serta bagaimana kuda tersebut merespon perintah joki selama perlombaan.

Di gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak, yang digelar 8-9 Februari 2026, Pacu Bugih digelar sebagai pembuka alek atau kegiatan sebanyak 4 race dihari pertama dan 4 race di hari kedua dengan hadiah berkisar sampai 6 Juta Rupiah. (***)

Leave a Reply