Tanah Datar, bakaba.net– Sebanyak 105 anggota Ikatan Keluarga Minang IKM Provinsi Bengkulu mengunjungi Kabupaten Tanah Datar untuk mengenal kekayaan budaya Minangkabau sekaligus melihat potensi wisata dan ekonomi daerah.
Rombongan tersebut disambut Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam kegiatan silaturahmi di Gedung Indojolito, Batusangkar, Sabtu (12/09). Selama kunjungan, mereka dijadwalkan menyaksikan sejumlah atraksi budaya, di antaranya Pacu Jawi di Parambahan dan Alu Katentong di Padang Laweh Sungai Tarab.
Ketua Harian IKM Provinsi Bengkulu, Alboy Nofebra Bagindo Sutan, mengatakan kunjungan itu tidak hanya bertujuan mempererat hubungan perantau dengan kampung halaman, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung tradisi dan budaya Tanah Datar.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus melihat langsung budaya dan tradisi yang ada di Tanah Datar. Ini menjadi pengalaman yang nantinya bisa kami ceritakan dan promosikan kepada keluarga serta masyarakat Minang di Bengkulu,” katanya.
Menurut Alboy, kunjungan berbasis budaya berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Selain menikmati atraksi tradisi, rombongan juga dapat membeli kerajinan, kuliner dan produk UMKM khas Tanah Datar.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menghidupkan UMKM. Ibu-ibu dan bundo kanduang yang datang tentu akan melihat dan membeli produk seni maupun kerajinan khas Tanah Datar. Ini bisa menjadi promosi dari mulut ke mulut sehingga semakin banyak perantau yang tertarik datang,” ujarnya.
Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengatakan kegiatan itu menjadi peluang untuk memperkenalkan Tanah Datar sebagai salah satu pusat kebudayaan Minangkabau, khususnya kawasan Luhak Nan Tuo.
Menurutnya, Tanah Datar memiliki potensi wisata berbasis budaya yang lengkap, mulai dari tradisi, sejarah, kerajinan hingga kuliner khas di setiap nagari.
“Tanah Datar bukan hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga memiliki tradisi, kerajinan dan kuliner yang sangat beragam. Bahkan rendang saja memiliki banyak jenis dan kekhasan di setiap daerah,” kata Ahmad Fadly.
Ia berharap para perantau dapat membawa pulang informasi mengenai potensi Tanah Datar dan menyebarkannya kepada keluarga serta masyarakat di Bengkulu. Dengan demikian, kunjungan tersebut dapat mendorong peningkatan kunjungan wisata sekaligus memberi dampak terhadap UMKM dan perekonomian masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Husbul Wathon Malin Basa, mengatakan ketertarikan rombongan terhadap budaya Tanah Datar cukup tinggi. Informasi mengenai tradisi yang mereka temui juga telah dibagikan ke sejumlah grup komunitas IKM di Bengkulu.
“Banyak yang tertarik dengan kekayaan budaya yang ada di sini. Kami ingin apa yang kami lihat dan pelajari ini nantinya juga dikenal oleh perantau lainnya, bahkan wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara,” katanya.
Selain agenda wisata budaya, rombongan menyiapkan bantuan sosial untuk masyarakat di Parambahan dan Padang Laweh. Bantuan tersebut akan diserahkan melalui pemerintah nagari untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan, termasuk anak yatim piatu.
Pemkab Tanah Datar berharap kunjungan serupa dapat terus dilakukan dan berkembang menjadi kerja sama di bidang pariwisata, pertanian serta sektor ekonomi lainnya. (***)