Tanah Datar, bakaba.net – Empat nagari di Kabupaten Tanah Datar ditetapkan sebagai nagari percontohan program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik. Program ini juga disebut Nagari Statistik.
Keempat nagari tersebut adalah Nagari Parambahan, V Kaum, Sungayang, dan Padang Laweh.
Kegiatan penetapan dilaksanakan di Aula Kantor Camat V Kaum, Batusangkar, Rabu 13 Mei 2026. Turut hadir Inspektorat, sejumlah OPD terkait, para Camat, Wali Nagari, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pemaparannya, Taufik Amnul Hayat menegaskan pentingnya penguatan data untuk mendukung Program Satu Data Indonesia sesuai Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019.
Ia menyebut pemerintah terus mendorong integrasi data agar lebih akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam mendukung Program Satu Data Indonesia, daerah didorong untuk tidak bekerja sendiri dalam menghasilkan data, tetapi terintegrasi dalam satu sistem. Dengan begitu, data untuk perencanaan, evaluasi, dan kebijakan menjadi lebih konsisten dan terpercaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem data terintegrasi akan mempercepat pengumpulan data dari tingkat nagari hingga pemerintah daerah. Hal ini diharapkan mempercepat pengambilan keputusan serta membuat program pembangunan lebih tepat sasaran.
“Harapannya, program Nagari Statistik membuat setiap kebijakan Wali Nagari berbasis data atau data-driven policy, sehingga pembangunan lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Asisten III Administrasi Umum Setda Tanah Datar Riswandi menegaskan penguatan tata kelola data nagari merupakan langkah strategis untuk mendukung pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Ia menyebut program ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi kebutuhan penting dalam membangun sistem pemerintahan nagari berbasis data.
“Data memiliki peran utama dalam keberhasilan pembangunan. Perencanaan yang baik harus dimulai dari data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Riswandi mengingatkan data yang tidak valid dapat membuat perencanaan pembangunan kurang efektif, terutama dalam penggunaan anggaran.
Ia juga mengajak Wali Nagari, perangkat nagari, camat, dan agen statistik untuk serius mengelola data di wilayah masing-masing.
“Keseriusan peserta dalam pelatihan sangat penting agar hasilnya dapat ditindaklanjuti secara nyata,” tegasnya.
Melalui sinergi pemerintah daerah dengan Badan Pusat Statistik melalui Dinas Kominfo, diharapkan pengelolaan data nagari semakin kuat. Hal ini juga diharapkan mendukung peningkatan pelayanan publik, perencanaan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.