Anggaran Efisien, Wabup Ahmad Fadly Minta OPD Jeli Cari Peluang di Program Pusat

Anggaran Efisien, Wabup Ahmad Fadly Minta OPD Jeli Cari Peluang di Program Pusat

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

Tanah Datar, bakaba.net – Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly meminta seluruh OPD mampu berinovasi dan memaksimalkan peluang yang ada. Hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Program Unggulan dan Program Strategis Daerah di aula eksekutif, Rabu (02/09).

Rakor dihadiri Kepala Bappeda Litbang Adriyanti Rustam dan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah TP4D Tanah Datar.

Wabup Ahmad Fadly mengatakan, pelaksanaan 10 Program Unggulan dan 7 Program Strategis Tanah Datar saat ini terganggu akibat efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.

“10 Program Unggulan dan 7 Program Strategis Tanah Datar saat ini pelaksanaannya terganggu akibat efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, namun karena itulah diharapkan OPD pengampu harus mampu melahirkan inovasi,” ujar Fadly.

Ia menilai saat ini pemerintah daerah dituntut lebih jeli menangkap potensi program dan bantuan dari pusat.

“Sangat banyak program dan kegiatan Pemerintah Pusat yang bisa dimanfaatkan daerah, salah satunya Kementerian Pertanian yang memberikan berbagai bantuan pertanian, dan banyak yang lain,” katanya.

Ahmad Fadly juga menekankan pentingnya keterbukaan dan dukungan dalam memudahkan investor menanamkan modal di Tanah Datar.

“Mari kita dukung dan permudah investor menanamkan modal di daerah kita. Banyak dampak positif nanti yang bisa dimanfaatkan, seperti CSR, tenaga kerja lokal sampai penyediaan bahan baku dari daerah lokal,” tukasnya.

Sebelumnya Kepala Bappeda Litbang Adriyanti Rustam memaparkan progres pelaksanaan Program Unggulan dan Program Strategis pada Triwulan II 2026.

“Pencapaian dan pelaksanaan dari OPD pengampu Program Unggulan dan Program Strategis pada Triwulan II beragam, ada yang melebihi target dan ada yang masih jauh dari target atau rendah,” sampainya.

Menurut Adriyanti, program dengan capaian rendah perlu percepatan. Keterbatasan anggaran, regulasi, perencanaan, dan administrasi masih menjadi kendala utama.

“Dan yang tidak kalah penting adalah lebih memperkuat koordinasi lintas OPD dan Nagari,” pungkasnya. (***).

Leave a Reply