Seminar Bundo Kanduang di LKAM Tanah Datar Bahas Etika Pernikahan “Adat Basandi Syarak

Seminar Bundo Kanduang di LKAM Tanah Datar Bahas Etika Pernikahan “Adat Basandi Syarak

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

Tanah Datar, bakaba.net –  Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAM) Tanah Datar, Jum’at (26/06) menjadi ruang belajar yang penuh makna. Bundo Kanduang dari ranah dan rantau berkumpul dalam Seminar Bundo Kanduang dengan tema “Etika Prosesi Pernikahan menurut Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”.

Seminar ini tidak hanya membahas tata cara prosesi pernikahan. Lebih dari itu, kegiatan ini mengingatkan kembali tentang sendi-sendi kehidupan masyarakat Minangkabau yang dibangun di atas nilai adat, syarak, akhlak, serta tanggung jawab terhadap keluarga dan generasi penerus.

Hadir sebagai narasumber Bundo Prof. Dr. Ir. Puti Reno Raudha Thaib, M.P.

Dalam pemaparannya, ia menyampaikan materi secara mendalam, runtut, dan mudah dipahami. Setiap uraian disebut bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menguatkan kesadaran bahwa adat adalah pedoman hidup yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

“Ilmu akan menjadi cahaya ketika diamalkan. Adat akan tetap hidup ketika diwariskan,” ujar Puti Reno Raudha Thaib.

Acara ini digagas oleh Bundo Kanduang Tanah Datar (BKTD) Jabodetabek. Kehadiran Bundo Kanduang dari ranah maupun rantau dinilai mempererat tali silaturahmi, berbagi semangat, dan menunjukkan kecintaan besar terhadap adat, budaya, serta falsafah Minangkabau.

“Terima kasih kepada seluruh Bundo Kanduang yang telah hadir. Kehadiran ibu-ibu membuktikan bahwa adat bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan dan diwariskan,” ucap salah satu peserta.

Di akhir kegiatan, peserta berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti sebagai pengetahuan.

Ilmu tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai luhur Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah  terus hidup, terjaga, dan diwariskan kepada anak cucu.

“Dan seorang Bundo Kanduang akan selalu dikenang ketika ia mampu menanamkan nilai, bukan sekadar meninggalkan cerita,”  tutupnya.

Leave a Reply