Sentra Tenun Lintau: Menjaga Warisan, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Tanah Datar

Sentra Tenun Lintau: Menjaga Warisan, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Tanah Datar

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

Tanah Datar, bakaba.net – Sentra Tenun Lintau terus menjadi rumah bagi para penenun di Kabupaten Tanah Datar sejak diresmikan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) periode 2014–2019 Ny. Mufidah Jusuf Kalla

Ketua Dekranas Ny. Mufidah Jusuf Kalla punya semangat untuk menyelamatkan warisan di daerah tersebut. Jorong Tanjung Modang Nagari Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara merupakan pusat tenun, dan hampir tiap rumah di jorong itu memiliki alat tenun.

Dulu para penenun bekerja sendiri-sendiri di rumah. Dekranas hadir untuk mengumpulkan, membina, dan memberikan fasilitas agar mereka punya tempat produksi yang layak serta dilengkapi Rusun untuk tempat tinggal para penenun.

Hingga ini, sejak diresmikan tahun 2017 lalu, Sentra Tenun terus berkembang dan rutin melakukan pelatihan untuk generasi muda.

“Kita terus melakukan pembinaan, mulai dari melakukan pelatihan, pengadaan sarana dan prasana tenun serta membeli hasil tenun pengrajin,” ujar Ketua Dekranasda Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra, menjawab bakaba.net, Jum’at (21/08) di Batusangkar.

Ny. Lise Eka Putra menyampaiikan tenu lintau mempunyai kekhasan sendiri. “Yang membuat Tenun Lintau berbeda adalah motif dan filosofinya. Motifnya banyak terinspirasi dari alam Minangkabau, surau, dan rumah gadang.

“Satu helai kain bisa dikerjakan empat hari,” ungkap Ny. Lise Eka Putra.

Dekranasda rutin mengadakan pelatihan peningkatan keterampilan, manajemen usaha, dan pengemasan. Ada juga fasilitasi alat tenun, modal benang, dan tempat produksi di UPT. Tujuannya agar mereka tidak hanya bisa menenun, tapi juga bisa menjual.

Anak muda awalnya kurang tertarik karena dianggap lama dan hasilnya tidak seberapa. Tapi sekarang mulai banyak yang tertarik, apalagi setelah kita masukkan unsur desain modern dan pemasaran digital.

Jika dulu menenun hanya sampingan. Sekarang ada yang sudah bisa jadi penghasilan utama keluarga. Satu kain bisa dihargai Rp300 ribu sampai Rp1 juta lebih tergantung kerumitan. Ini benar-benar mengangkat taraf hidup. (***)

Leave a Reply