Tanah Datar, bakaba.net – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Salah satu pesan yang mengemuka adalah tentang pentingnya “Taubat Ekologi”.
Istilah itu disampaikan Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra dalam Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diikuti jajaran di Tanah Datar, Rabu (5/6/2026).
“Taubat ekologi adalah kesadaran bahwa selama ini mungkin tanpa sadar kita telah mengambil terlalu banyak dari alam, namun terlalu sedikit menjaganya,” ujar Ketua TP PKK Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra.
Ia menjelaskan, manusia selama ini menikmati udara bersih, air yang mengalir, tanah yang subur, dan pepohonan yang memberi kehidupan. Namun di sisi lain masih ada sampah yang dibuang sembarangan, sungai yang tercemar, dan lingkungan yang kurang dirawat bersama.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab setiap manusia yang hidup di bumi ini,” tegasnya.
Perubahan besar disebut selalu dimulai dari langkah kecil. Dan langkah itu bisa dimulai dari rumah.
Beberapa hal yang bisa dibiasakan warga: membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah organik dan nonorganik, menanam dan merawat tanaman di sekitar rumah, tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air, menghemat air dan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
“Mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan oleh ribuan keluarga, dampaknya akan luar biasa,” ujarnya.
Sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, masyarakat Tanah Datar dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan.
“Jangan sampai anak dan cucu kita hanya mendengar cerita tentang sungai yang jernih, udara yang sejuk, dan alam yang lestari tanpa pernah merasakannya secara langsung,” katanya.
Ia mengajak agar Hari Lingkungan Hidup tidak sekadar jadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan alam.
“Karena ketika kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjaga kehidupan kita sendiri. Bumi tidak membutuhkan kita. Kitalah yang membutuhkan bumi yang sehat untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Peringatan tahun ini ditutup dengan ajakan bersama melakukan “Taubat Ekologi” demi bumi yang lebih bersih, lebih hijau, dan lebih lestari. (***)