Tanah Datar, bakaba.net – Bupati Tanah Datar melantik dan mengambil sumpah janji 6 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Pelantikan dilaksanakan Kamis, 16/7, di Aula Kantor Bupati Tanah Datar.
Pelantikan ini merupakan bagian dari penguatan organisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penerapan sistem manajemen talenta.
Sebanyak 4 orang dilantik sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 2 orang sebagai Pejabat Administrator.
Untuk Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, yakni Drs. Armen Yudi, M.Si sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Jasrinaldi, SH, S.Sos sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Ronal Satria, S.IP sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Wel Embra, SP sebagai Kepala Dinas Pertanian.
Sementara Pejabat Administrator yang dilantik adalah Edi Marta Sena, ST sebagai Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan dan Vipiet Adriani, ST sebagai Kepala Bidang Perumahan. Keduanya di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup.
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Datar menegaskan proses mutasi, rotasi, dan promosi jabatan saat ini telah dilaksanakan berdasarkan sistem manajemen talenta.
“Selamat kepada Bapak dan Ibu yang dilantik hari ini. Alhamdulillah, mutasi, rotasi, dan promosi jabatan sudah berdasarkan manajemen talenta. Semua dilakukan berdasarkan kinerja Bapak dan Ibu selama ini,” ujarnya.
Bupati juga menyebut penerapan sistem ini berdampak pada efisiensi anggaran.
“Kalau dulu untuk promosi jabatan harus mengikuti ujian ke Pekanbaru dengan tim penilai. Sekarang, karena kita sudah menerapkan manajemen talenta, semuanya berdasarkan kinerja. Ini juga menjadi bagian dari penghematan anggaran,” jelasnya.
Bupati mengingatkan pentingnya kekompakan di setiap perangkat daerah. Khusus kepada para camat, ia berpesan agar aktif turun ke lapangan.
“Camat jangan hanya di belakang meja. Harus sering turun ke lapangan, mendengar langsung aspirasi masyarakat sehingga berbagai persoalan bisa segera diketahui dan dicarikan solusinya,” katanya.
Ia juga meminta kepala perangkat daerah membangun budaya kerja terbuka dan menerima masukan dari staf.
“Kepala OPD harus mau mendengar saran dan masukan dari para staf. Jangan merasa pendapat sendiri yang paling benar, tetapi tentu semuanya tetap harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Soal kinerja, Bupati menekankan inovasi sebagai indikator penilaian OPD.
“Buatlah inovasi karena itu menjadi bagian dari penilaian kinerja OPD. Kalau tidak ada inovasi dan kinerjanya tidak bagus, tentu akan kita evaluasi bahkan bisa kita ganti lagi. Jangan berpikir setelah menjabat lalu merasa aman. Yang membuat aman adalah kinerja yang baik,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Bupati mengingatkan seluruh ASN untuk menjunjung tinggi disiplin, terutama disiplin waktu.
“Yang paling penting adalah disiplin. Bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan baik kalau diri kita sendiri tidak disiplin,” ucapnya.
Bupati menutup dengan ucapan selamat bertugas dan berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan dedikasi, integritas, dan semangat baru. (***)