Tanah Datar, bakaba.net – Bupati Tanah Datar Eka Putra berziarah ke makam Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Tanah Datar, H. Afrizon. Ziarah dilakukan bertepatan hari keenam wafatnya almarhum.
Kegiatan berlangsung di Nagari Sungayang, Senin (14/9). Eka Putra datang bersama sejumlah kepala OPD, kepala bagian, Camat Sungayang, dan perwakilan wali nagari.
Usai ziarah, rombongan bertakziah ke rumah duka. Kehadiran Pemkab menjadi bentuk penghormatan terakhir untuk aparatur yang dikenal aktif di kegiatan keagamaan itu.
Bupati Eka menyebut kepergian H. Afrizon meninggalkan duka mendalam. Bukan hanya untuk keluarga, tapi juga Pemkab dan masyarakat Tanah Datar.
“Kepergian almarhum Ustaz Afrizon bagi kami bukan sekadar kepergian seorang pejabat Pemda. Tetapi juga kepergian seorang sahabat yang selama ini mendampingi kami, terutama dalam menyukseskan program-program keagamaan,” ujar Eka.
Menurutnya, Afrizon adalah sosok yang gigih dan tidak mengenal lelah. Bahkan di waktu subuh pun beliau masih hadir di tengah umat.
“Siang malam, bahkan subuh, beliau selalu hadir di tengah-tengah umat untuk mensyiarkan agama. Memang tidak mudah melanjutkan perjuangan beliau,” katanya.
Sebagai bentuk penghormatan, Eka menitip pesan ke keluarga. Ia berharap rumah almarhum tetap dijadikan tempat kegiatan keagamaan.
“Kalau keluarga mengizinkan, kami berharap rumah almarhum tetap menjadi tempat untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam mensyiarkan agama di Luhak Nan Tuo,” harapnya.
Eka juga mengajak semua pihak melanjutkan cita-cita almarhum. Yakni menjadikan Tanah Datar sebagai Kabupaten Tahfiz dan menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.
“Almarhum adalah orang baik. InsyaAllah surga telah menunggu beliau. Mari kita lanjutkan perjuangan almarhum H. Afrizon untuk menjadikan Tanah Datar sebagai Kabupaten Tahfiz,” tuturnya.
Anak sulung almarhum, Fikran, mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian Bupati dan jajaran sejak almarhum sakit hingga wafat.
Ia juga mengenang sang ayah yang kerap mendahulukan kepentingan umat dibanding keluarga.
“Dulu kami sebagai keluarga terkadang merasa kurang puas dengan prinsip beliau. Namun setelah beliau berpulang, kami baru sadar begitu banyak orang datang takziah dan mendoakan. Dari situ kami sadar apa yang dilakukan almarhum ternyata bermanfaat bagi banyak orang,” ungkap Fikran. (***)
